Teringat Anwar Sadat, Mohammed bin Salman Takut Dibunuh Jika Berteman dengan Israel
Kamis, 15 Agustus 2024 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun demikian, laporan tersebut mengatakan: "MBS tampaknya berniat untuk mencapai kesepakatan besar dengan AS dan Israel, yang dia lihat sebagai hal yang krusial bagi masa depan negaranya.”
Tidak jelas kapan terakhir kali sang putra mahkota membahas risiko pembunuhannya.
Sumber-sumber di Kongres AS mengatakan bahwa kemungkinan untuk mencapai kesepakatan normalisasi Israel-Saudi sebelum pemilihan presiden Amerika November hampir tertutup, tanpa ada waktu bagi Senat untuk meratifikasi komponen AS-Saudi dari kesepakatan tersebut sebelum masa reses.
Menulis kolom di Politico yang mengungkap percakapan tersebut, koresponden senior urusan luar negeri media berita tersebut; Nahal Toosi, menyatakan bahwa sang putra mahkota mengatakan hidupnya dalam bahaya. "Sehingga mendorong pejabat AS agar meningkatkan tekanan pada Israel agar tunduk pada kesepakatan yang disukainya," tulis Toosi, yang dikutip Times of Israel, Kamis (15/8/2024).
"Bahkan sebelum perang Gaza, MBS sudah bertaruh dengan mempertimbangkan gagasan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel," lanjut Toosi.
Kini, tulisnya, normalisasi hubungan dapat membuat sang putra mahkota kehilangan dukungan dari pemuda Saudi, yang telah didorong oleh konflik besar pertama antara Israel dan Palestina yang telah banyak mereka saksikan dalam hidup mereka.
Normalisasi hubungan Israel-Saudi merupakan tujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah lama didambakan. Akan tetapi, perdana menteri tersebut telah berulang kali menolak Negara Palestina di masa mendatang, sehingga membuat kesepakatan semacam itu menjadi usaha yang rumit dan sulit.
Tidak jelas kapan terakhir kali sang putra mahkota membahas risiko pembunuhannya.
Sumber-sumber di Kongres AS mengatakan bahwa kemungkinan untuk mencapai kesepakatan normalisasi Israel-Saudi sebelum pemilihan presiden Amerika November hampir tertutup, tanpa ada waktu bagi Senat untuk meratifikasi komponen AS-Saudi dari kesepakatan tersebut sebelum masa reses.
Menulis kolom di Politico yang mengungkap percakapan tersebut, koresponden senior urusan luar negeri media berita tersebut; Nahal Toosi, menyatakan bahwa sang putra mahkota mengatakan hidupnya dalam bahaya. "Sehingga mendorong pejabat AS agar meningkatkan tekanan pada Israel agar tunduk pada kesepakatan yang disukainya," tulis Toosi, yang dikutip Times of Israel, Kamis (15/8/2024).
"Bahkan sebelum perang Gaza, MBS sudah bertaruh dengan mempertimbangkan gagasan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel," lanjut Toosi.
Kini, tulisnya, normalisasi hubungan dapat membuat sang putra mahkota kehilangan dukungan dari pemuda Saudi, yang telah didorong oleh konflik besar pertama antara Israel dan Palestina yang telah banyak mereka saksikan dalam hidup mereka.
Normalisasi hubungan Israel-Saudi merupakan tujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah lama didambakan. Akan tetapi, perdana menteri tersebut telah berulang kali menolak Negara Palestina di masa mendatang, sehingga membuat kesepakatan semacam itu menjadi usaha yang rumit dan sulit.
Lihat Juga :