Dokter Diperkosa dan Dibunuh di RS India, Pekerja Medis Ramai-ramai Mogok Kerja

Selasa, 13 Agustus 2024 - 14:26 WIB
loading...
A A A
Tugas Roy tidak jelas, tetapi laporan media lokal mengatakan dia bekerja sebagian sebagai calo, membantu mempercepat penerimaan pasien dengan imbalan uang.

Protes yang dilakukan para pekerja medis menuntut keadilan dan keamanan tempat kerja yang lebih baik. Protes awalnya dimulai di Kolkata, Benggala Barat, kini telah menyebar ke negara bagian lain di India.

"Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah tetapi diperlukan untuk memastikan bahwa suara kami didengar," kata federasi dokter dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Guardian, Selasa (13/8/2024).

Federasi mengatakan bahwa mereka menuntut tidak hanya pengadilan yang cepat tetapi juga penyelidikan untuk menentukan faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kejahatan tersebut, dan tindakan mendesak untuk meningkatkan keselamatan dokter, terutama perempuan, di rumah sakit.

Nisha Alum, seorang perawat di RS Holy Family di Delhi, mengatakan: "Kami tidak belajar apa pun dari pemerkosaan dan pembunuhan berkelompok tahun 2012. Lupakan tentang keselamatan di jalan pada malam hari. Wanita bahkan tidak aman di tempat kerja mereka."

Ayah korban telah membelikannya sebuah mobil enam bulan lalu, khawatir tentang jam kerja larut malam dan perjalanan pada malam hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved