Senjata Nuklir Pemusnah Umat Manusia tapi Diberkati Gereja Rusia, Ini Alasannya
Senin, 12 Agustus 2024 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah jaminan perdamaian," katanya.
“Memberkati senjata bukan agar senjata itu digunakan untuk tujuan yang ditentukan, tetapi agar senjata itu memiliki efek [penahanan] dan menjamin perdamaian sepenuhnya dapat diterima,” imbuh dia.
Imam Gereja Ortodoks itu juga menyatakan harapannya agar senjata nuklir tidak akan pernah digunakan. "Karena itu berarti penghancuran diri, kegilaan. Itu tidak dapat diterima oleh pihak mana pun dalam suatu konflik," paparnya.
Menurut Tatarintsev, doa yang digunakan untuk memberkati senjata sudah ada sejak Abad Pertengahan.
Doa itu memberikan tanggung jawab spiritual pribadi kepada penggunanya untuk tidak menyalahgunakannya untuk tujuan jahat.
“Pelanggaran militer seperti perampokan dan semacamnya tidak dapat diterima,” katanya.
Baca Juga: Rusia Gencar Kerahkan Rudal Nuklir Yars yang Mampu Gempur AS
“Memberkati senjata bukan agar senjata itu digunakan untuk tujuan yang ditentukan, tetapi agar senjata itu memiliki efek [penahanan] dan menjamin perdamaian sepenuhnya dapat diterima,” imbuh dia.
Imam Gereja Ortodoks itu juga menyatakan harapannya agar senjata nuklir tidak akan pernah digunakan. "Karena itu berarti penghancuran diri, kegilaan. Itu tidak dapat diterima oleh pihak mana pun dalam suatu konflik," paparnya.
Menurut Tatarintsev, doa yang digunakan untuk memberkati senjata sudah ada sejak Abad Pertengahan.
Doa itu memberikan tanggung jawab spiritual pribadi kepada penggunanya untuk tidak menyalahgunakannya untuk tujuan jahat.
“Pelanggaran militer seperti perampokan dan semacamnya tidak dapat diterima,” katanya.
Baca Juga: Rusia Gencar Kerahkan Rudal Nuklir Yars yang Mampu Gempur AS
Lihat Juga :