Mengejutkan, Turki Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia, Ada Apa?

Senin, 12 Agustus 2024 - 08:29 WIB
loading...
A A A
Dengan musuh bebuyutannya dan saingannya, Yunani, sekarang memilih jet tempur F-35 selain Rafale dalam inventarisnya,Turki tentu perlu menambah kekuatan armada udaranya.

Untungnya, kedua sekutu NATO tersebut telah menempuh jalan yang panjang, dengan Washington mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya perpecahan dan potensi penjualan F-35 ke Turki.

Pada bulan Januari tahun ini, Pejabat Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan bahwa Turki mungkin dapat bergabung kembali dengan program F-35 asalkan masalah S-400 diperbaiki. Namun, Ankara terus menunda-nunda masalah tersebut.

Pimpinan Turki menolak untuk menarik kembali keputusan untuk mempertahankan S-400.

Pada bulan Mei tahun ini, Menteri Pertahanan Yasar Guler membantah laporan bahwa Ankara bermaksud memberikan sistem rudal yang dibelinya dari Rusia ke negara lain, kemungkinan besar kepada Ukraina.

"Mentransfer S-400 ke negara mana pun tidak mungkin dilakukan," katanya di CNN Turk.

Para pakar berpendapat bahwa dukungan teguh Turki terhadap S-400 Rusia disebabkan oleh banyak faktor lain.

Profesor David E Banks dari King’s College, London, dan Lisel Hintz dari Universitas Johns Hopkins berpendapat dalam sebuah penelitian bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan tidak dapat menarik kembali kontrak S-400 karena tekanan dalam negeri dan signifikansi yang diberikan pemerintahannya, para pendukungnya, dan pihak lain di Turki meskipun ada kekurangannya.

Jika Turki mempertimbangkan untuk menjual S-400, Turki memerlukan persetujuan Rusia. Menariknya, India bergulat dengan keterlambatan pengiriman sistem S-400 dari Rusia.

Mentransfer sistem rudal tersebut ke India bukanlah ide yang buruk, tetapi New Delhi memiliki hubungan yang dingin dengan Ankara, jadi kesepakatan apa pun sangat tidak mungkin.

Pembeli potensial lainnya yang "dipilih" oleh Calgar adalah Pakistan.

Seorang analis militer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada EurAsian Times: “Rusia tidak mungkin menjual S-400 ke Pakistan karena India adalah mitra strategis dan akan mengajukan keberatan keras terhadap penjualan sistem tersebut, terutama karena telah menggunakan sistem tersebut untuk menghalangi Pakistan.”

Kedua, S-400 adalah sistem yang mahal, dan Pakistan yang sedang berjuang secara ekonomi mungkin tidak memiliki sumber daya keuangan untuk memperolehnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved