Serangan Ukraina Menggila di Kursk, Rusia Evakuasi 76.000 Warganya
Minggu, 11 Agustus 2024 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan oleh Moskow bahwa pasukan Kyiv awalnya melintasi perbatasan dengan sekitar 1.000 tentara, sekitar 20 kendaraan lapis baja, dan 11 tank, meskipun pada hari Sabtu mengeklaim telah menghancurkan lima kali lipat perangkat keras militer sejauh ini.
Komite antiterorisme nasional Rusia mengatakan pada Jumat malam bahwa mereka memulai operasi kontrateror di wilayah Belgorod, Bryansk, dan Kursk untuk memastikan keselamatan warga dan menekan ancaman aksi “teroris” yang dilakukan oleh kelompok sabotase musuh.
Baca Juga: Jet Tempur F-16 Ukraina Berkeliaran di Wilayah yang Dikontrol Rusia
Wilayah Belgorod dan Bryansk juga berbatasan dengan Ukraina dan juga telah dilanda penembakan dan serangan udara sejak Rusia melancarkan serangannya pada Februari 2022.
Pasukan keamanan dan militer diberi kewenangan darurat yang luas selama operasi "kontrateror".
Pergerakan dibatasi, kendaraan dapat disita, panggilan telepon dapat dipantau, area dinyatakan sebagai zona terlarang, pos pemeriksaan diperkenalkan, dan keamanan ditingkatkan di lokasi infrastruktur utama.
Di jalan-jalan Moskow pada hari Sabtu, wartawan AFP menemukan dukungan untuk tindakan keras guna meredam respons, bersama dengan kemarahan atas bagaimana penyerbuan itu dibiarkan terjadi.
"Kita harus mengambil semua langkah yang mungkin dalam situasi seperti itu," kata Alexander Ilyin, seorang arsitek berusia 42 tahun.
Komite antiterorisme Rusia mengatakan; “Ukraina telah melancarkan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengacaukan situasi di sejumlah wilayah negara kita."
Rusia, pada hari Jumat, tampaknya membalas, meluncurkan serangan rudal ke sebuah supermarket di kota Kostyantynivka di Ukraina timur yang menewaskan sedikitnya 14 orang. Tiga orang tewas di wilayah Kharkiv timur laut pada hari Sabtu, kata pejabat setempat.
Ukraina juga mengatakan perlu mengevakuasi 20.000 orang dari wilayah Sumy, tepat di seberang perbatasan dari Kursk.
Tidak ada pihak yang memberikan rincian pasti tentang sejauh mana penyerbuan Ukraina.
Serangan Ukraina Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Komite antiterorisme nasional Rusia mengatakan pada Jumat malam bahwa mereka memulai operasi kontrateror di wilayah Belgorod, Bryansk, dan Kursk untuk memastikan keselamatan warga dan menekan ancaman aksi “teroris” yang dilakukan oleh kelompok sabotase musuh.
Baca Juga: Jet Tempur F-16 Ukraina Berkeliaran di Wilayah yang Dikontrol Rusia
Wilayah Belgorod dan Bryansk juga berbatasan dengan Ukraina dan juga telah dilanda penembakan dan serangan udara sejak Rusia melancarkan serangannya pada Februari 2022.
Pasukan keamanan dan militer diberi kewenangan darurat yang luas selama operasi "kontrateror".
Pergerakan dibatasi, kendaraan dapat disita, panggilan telepon dapat dipantau, area dinyatakan sebagai zona terlarang, pos pemeriksaan diperkenalkan, dan keamanan ditingkatkan di lokasi infrastruktur utama.
Di jalan-jalan Moskow pada hari Sabtu, wartawan AFP menemukan dukungan untuk tindakan keras guna meredam respons, bersama dengan kemarahan atas bagaimana penyerbuan itu dibiarkan terjadi.
"Kita harus mengambil semua langkah yang mungkin dalam situasi seperti itu," kata Alexander Ilyin, seorang arsitek berusia 42 tahun.
Komite antiterorisme Rusia mengatakan; “Ukraina telah melancarkan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengacaukan situasi di sejumlah wilayah negara kita."
Rusia, pada hari Jumat, tampaknya membalas, meluncurkan serangan rudal ke sebuah supermarket di kota Kostyantynivka di Ukraina timur yang menewaskan sedikitnya 14 orang. Tiga orang tewas di wilayah Kharkiv timur laut pada hari Sabtu, kata pejabat setempat.
Ukraina juga mengatakan perlu mengevakuasi 20.000 orang dari wilayah Sumy, tepat di seberang perbatasan dari Kursk.
Tidak ada pihak yang memberikan rincian pasti tentang sejauh mana penyerbuan Ukraina.
Lihat Juga :