Inggris Ungkap Skandal Nasional, 150.000 Anak Jadi Tunawisma
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Bed and breakfast hanya dimaksudkan untuk menampung keluarga dalam keadaan darurat, hingga maksimal enam pekan, tetapi "ribuan" rumah tangga dengan anak-anak telah tinggal di sana jauh lebih lama.
“Mereka menghabiskan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun hidup dengan koper, dan tidak dapat menetap," ujar Polly Neate, kepala eksekutif lembaga amal perumahan Shelter, kepada penyiar negara BBC.
"Tingginya penggunaan akomodasi sementara adalah akibat dari kegagalan kebijakan nasional yang memaksa dewan untuk menangani konsekuensi tunawisma secara mahal daripada mencegahnya sejak awal," papar Hannah Dalton, juru bicara perumahan untuk Jaringan Dewan Distrik.
Rayner adalah salah satu wakil Perdana Menteri Keir Starmer dan kementeriannya direorganisasi bulan lalu dari apa yang disebut kabinet sebelumnya sebagai Departemen Peningkatan Level, Perumahan, dan Komunitas.
“Pemerintah saat ini tengah bekerja sama dengan para pemimpin lokal untuk mengembangkan strategi jangka panjang guna mengakhiri tunawisma untuk selamanya,” ujar Rayner.
“Mereka menghabiskan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun hidup dengan koper, dan tidak dapat menetap," ujar Polly Neate, kepala eksekutif lembaga amal perumahan Shelter, kepada penyiar negara BBC.
"Tingginya penggunaan akomodasi sementara adalah akibat dari kegagalan kebijakan nasional yang memaksa dewan untuk menangani konsekuensi tunawisma secara mahal daripada mencegahnya sejak awal," papar Hannah Dalton, juru bicara perumahan untuk Jaringan Dewan Distrik.
Rayner adalah salah satu wakil Perdana Menteri Keir Starmer dan kementeriannya direorganisasi bulan lalu dari apa yang disebut kabinet sebelumnya sebagai Departemen Peningkatan Level, Perumahan, dan Komunitas.
“Pemerintah saat ini tengah bekerja sama dengan para pemimpin lokal untuk mengembangkan strategi jangka panjang guna mengakhiri tunawisma untuk selamanya,” ujar Rayner.
Lihat Juga :