Putra Hasina Curiga Intelijen Pakistan di Balik Kekacauan Bangladesh

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 10:58 WIB
loading...
Putra Hasina Curiga...
Putra mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina, Sajeeb Wazed, curiga intelijen Pakistan di balik kerusuhan Bangladesh yang memaksa ibunya melarikan diri ke India. Foto/Facebook Sajeeb A Wazed
A A A
NEW DELHI - Bangladesh menjadi kacau setelah protes nasional atas kuota pekerjaan berkobar.

Setelah agitasi tersebut, Sheikh Hasina mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri (PM) Bangladesh dan melarikan diri ke India.

Dalam wawancara dengan IANS, putra mantan PM Hasina, Sajeeb Wazed, mengatakan bahwa protes itu tidak terkendali karena beberapa kelompok terus menghasut para demonstran dan dia menduga keterlibatan ISI (badan intelijen Pakistan) di dalamnya.

Hasil Wawancara dengan Putra Hasina, Sajeeb Wazed

Apa pendapat Anda tentang situasi terkini di Bangladesh?


Pemerintah kami telah menghapus kuota dua hingga tiga tahun lalu, tetapi keluarga pejuang kemerdekaan sampai ke pengadilan. Itulah sebabnya protes dimulai. Awalnya, itu adalah protes kecil, tetapi, saya pikir selama ini kelompok Barat terus menghasutnya. Kami menginginkan penyelesaian damai. Kami ingin komite peradilan menyelesaikan masalah, dan menyelidiki, dan kami menangguhkan petugas polisi.

Baca Juga: Kronologi Demo Berdarah Bangladesh hingga PM Sheikh Hasina Kabur

Tetapi, saya pikir ada beberapa kelompok yang terus menghasut para demonstran. Akhirnya, protes berubah menjadi kekerasan dan itu menjadi masalah keselamatan ibu saya. Mereka berbaris menuju kediaman Perdana Menteri. Ibu saya tidak ingin meninggalkan negara itu bahkan pada menit terakhir. Dia pergi ke pangkalan udara militer dan memberi tahu saudara perempuannya bahwa dia tidak ingin pergi. Namun, saya berbicara dengannya dan meyakinkannya untuk pergi. Saya katakan padanya, 'pergilah karena mereka akan membunuh Anda'. Jadi, beginilah situasi di Bangladesh. Situasi ini sengaja diperburuk. Pertama-tama, tidak ada alasan untuk protes karena itu bukan keputusan pemerintah kita. Itu adalah keputusan pengadilan. Pemerintah kita mengajukan banding atas keputusan pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved