Studi Terbaru Ungkap Penyensoran Ketat Layanan Terjemahan Daring China

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 09:28 WIB
loading...
A A A
Album band hard rock tahun 2008 “Chinese Democracy” menampilkan lirik yang mengkritik pemerintah China dan yang membuat referensi sensitif, seperti terhadap Falun Gong.

Kekhawatiran CCP


Menjelaskan temuannya tentang sifat dari penyensoran, Citizen Lab mengatakan, "Dalam pengujian kami, kami menemukan bahwa beberapa software memiliki beragam perilaku penyensoran saat memasukkan konten pemicu, termasuk menyensor kalimat atau baris konten atau semua teks dalam jarak karakter dari konten."

"Kami menemukan bahwa hanya Tencent yang memvariasikan perilakunya berdasarkan konten pemicu yang ditemukan," lanjut Citizen Lab.

“Meski sebagian besar konten pemicu disensor hanya dalam batasan baris atau kalimat, kami menemukan 15 aturan yang akan menyensor semua input: (1) 习近平, (2) xijinping, (3) 习大大, (4) 习主席, (5) Xijinping, (6) 近平习, (7) 习书记, (8)习总书记, (9) XiJinping, (10) XIJINPING,(11) JinpingXi, (12) jinpingxi, (13) 反习大大, (14) xidada, dan (15) xIDaDa.”

”Semua yang disebutkan itu merujuk kepada Presiden China Xi Jinping, yang menunjukkan bahwa terjemahan yang menyebutkannya dianggap sangat sensitif oleh operator Tencent Translate, sehingga tidak hanya kalimat yang menyebutkannya yang harus disensor, tetapi juga seluruh hasil terjemahan,” ungkap Citizen Lab

The Epoch Times, mengutip Chen Shih-min—seorang profesor madya ilmu politik di Universitas Nasional Taiwan—, melaporkan bahwa penyensoran layanan terjemahan daring oleh CCP, terutama dari bahasa lain ke bahasa Mandarin, dilakukan karena “mereka khawatir orang China akan mengetahui beberapa situasi sebenarnya di China melalui informasi asing.”

”Untuk rezim totaliter dan otoriter seperti CCP, mereka berusaha sekuat tenaga untuk membentuk seluruh China dengan mengendalikan media dan kebebasan berbicara untuk menciptakan ilusi kemakmuran yang palsu,” kata Chen kepada The Epoch Times.

”Karena CCP adalah rezim ateis, mereka juga sangat khawatir bahwa Falun Gong, sebuah kepercayaan yang mengikuti prinsip kebenaran, kasih sayang, dan kesabaran, dapat mematahkan cuci otak yang telah dilakukan terhadap rakyat China dan akan menjadi tantangan bagi legitimasi kekuasaan CCP,” imbuh Chen.

Wu Se-chih, seorang peneliti di Cross-Strait Policy Association di Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa penyensoran agama yang ketat menunjukkan bahwa rezim Komunis China tidak yakin dengan kekuasaannya sendiri.

”Mereka khawatir jika orang-orang memiliki kebebasan berkeyakinan beragama, CCP akan kehilangan kepentingan absolutnya,” imbuh Wu.

Dengan kata lain, di bawah sistem otokratis CCP, ketika para pemimpin ingin mendewakan diri mereka sendiri, adanya kebebasan beragama dapat menghambat mereka dalam mewujudkan atau menjalankan otoritas penguasa dari sistem otokratis atau sistem totaliter,” pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved