Dianggap Membahayakan Keamanan AS, Mantan Politikus Cantik Ini Masuk Daftar Quiet Skies

Kamis, 08 Agustus 2024 - 17:05 WIB
loading...
A A A
Kelompok tersebut juga mengklaim bahwa TSA dan FAMS telah “memulai pengawasan pemerintah bersenjata terhadap politisi konservatif tingkat tinggi,” dan bahwa informasi yang ingin mereka ungkapkan akan “mengerikan dan membuat Anda muak sebagai orang Amerika.”

Baca Juga: Pasar Saham AS Alami Kejatuhan Besar, Apakah Ini Akhir dari King Dolar?

LaBosco menuduh TSA dan departemen induknya, Keamanan Dalam Negeri, terlibat dalam “perampasan pengawasan domestik besar-besaran” yang tampaknya menargetkan kaum konservatif. Menurut kelompok tersebut, Quiet Skies telah digunakan terhadap beberapa orang yang menghadiri protes pada 6 Januari 2021 di US Capitol – dan anggota keluarga mereka, termasuk bayi.

Menurut LaBosco, Gabbard dimasukkan dalam daftar tersebut pada 23 Juli, sehari setelah ia mengkritik Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris dalam wawancara dengan Fox News. FAM dimobilisasi keesokan harinya dan mengikutinya dalam penerbangan pada 25 Juli, kata LaBosco.

Gabbard secara terkenal membuat Harris terguncang selama debat utama Demokrat tahun 2020, mengangkat catatan penuntutannya. Ia juga mengecam Hillary Clinton sebagai “ratu penghasut perang,” setelah mantan kandidat presiden tersebut menuduhnya sebagai “aset Rusia.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved