425 Koin Emas Islam dari Kekhalifahan Abbasiyah Ditemukan di Israel
Selasa, 25 Agustus 2020 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
“Menemukan koin emas, tentunya dalam jumlah yang begitu banyak, sangatlah jarang. Kami hampir tidak pernah menemukannya dalam penggalian arkeologi, mengingat emas selalu sangat berharga, dilebur dan digunakan kembali dari generasi ke generasi," kata para direktur tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Koin-koin itu, yang terbuat dari emas murni yang tidak teroksidasi di udara, ditemukan dalam kondisi sangat baik, seolah-olah terkubur sehari sebelumnya. Temuan mereka mungkin menunjukkan bahwa perdagangan internasional terjadi antara penduduk di daerah itu dan daerah terpencil," lanjut pernyataan mereka.
Robert Kool, seorang ahli koin di IAA, mengatakan bahwa berat total dari timbunan itu— sekitar 845 gram emas murni—akan menjadi jumlah uang yang signifikan pada akhir abad ke-9.
“Misalnya, dengan uang sebanyak itu, seseorang dapat membeli rumah mewah di salah satu lingkungan terbaik di Fustat, Ibu Kota Mesir yang sangat kaya pada masa itu,” kata Kool, yang mencatat bahwa pada saat itu, wilayah tersebut merupakan bagian dari Kekhalifahan Abbasiyah yang membentang dari Persia ke Afrika Utara, dengan pusat pemerintahan di Baghdad.
"Timbunan itu terdiri dari dinar emas penuh, tetapi juga—yang tidak biasa—berisi sekitar 270 potongan emas kecil, potongan dinar emas yang dipotong untuk dijadikan uang receh," kata Kool. (Baca juga: Arkeolog Israel Kaget Temukan Dinar Emas Era Khalifah Harun al-Rasyid )
“Koin-koin itu, yang terbuat dari emas murni yang tidak teroksidasi di udara, ditemukan dalam kondisi sangat baik, seolah-olah terkubur sehari sebelumnya. Temuan mereka mungkin menunjukkan bahwa perdagangan internasional terjadi antara penduduk di daerah itu dan daerah terpencil," lanjut pernyataan mereka.
Robert Kool, seorang ahli koin di IAA, mengatakan bahwa berat total dari timbunan itu— sekitar 845 gram emas murni—akan menjadi jumlah uang yang signifikan pada akhir abad ke-9.
“Misalnya, dengan uang sebanyak itu, seseorang dapat membeli rumah mewah di salah satu lingkungan terbaik di Fustat, Ibu Kota Mesir yang sangat kaya pada masa itu,” kata Kool, yang mencatat bahwa pada saat itu, wilayah tersebut merupakan bagian dari Kekhalifahan Abbasiyah yang membentang dari Persia ke Afrika Utara, dengan pusat pemerintahan di Baghdad.
"Timbunan itu terdiri dari dinar emas penuh, tetapi juga—yang tidak biasa—berisi sekitar 270 potongan emas kecil, potongan dinar emas yang dipotong untuk dijadikan uang receh," kata Kool. (Baca juga: Arkeolog Israel Kaget Temukan Dinar Emas Era Khalifah Harun al-Rasyid )
Lihat Juga :