Kerusuhan Terburuk dalam 13 Tahun Terakhir, Masjid Diserang dan Umat Islam di Inggris Waspada

Minggu, 04 Agustus 2024 - 21:35 WIB
loading...
A A A
Menteri kepolisian pemerintah, Diana Johnson, mengatakan kepada BBC News Sunday bahwa kerusuhan tersebut "tidak akan ditoleransi", dan bersumpah untuk memberikan "sanksi dan konsekuensi" atas kekacauan tersebut.

Bentrokan pada hari Sabtu menandai hari keempat kerusuhan di beberapa kota setelah serangan pisau yang heboh pada hari Senin di Southport, dekat Liverpool di pantai barat laut Inggris.

Protes tersebut dipicu oleh rumor palsu di media sosial tentang latar belakang tersangka kelahiran Inggris berusia 17 tahun Axel Rudakubana, yang didakwa dengan beberapa tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan atas serangan di pesta dansa bertema Taylor Swift.

Baca Juga: Elon Musk: Perang Saudara Akan Melanda Inggris

Rudakubana dituduh membunuh Bebe King, enam tahun, Elsie Dot Stancombe, tujuh tahun, dan Alice Dasilva Aguiar, sembilan tahun, serta melukai 10 orang lainnya.

Polisi menyalahkan kekerasan tersebut pada pendukung dan organisasi terkait Liga Pertahanan Inggris, organisasi anti-Islam yang didirikan 15 tahun lalu yang pendukungnya dikaitkan dengan hooliganisme sepak bola.

Agitator telah menargetkan masjid di Southport dan di kota Sunderland di timur laut Inggris, yang menyebabkan ratusan pusat Islam meningkatkan keamanan di tengah kekhawatiran akan keselamatan jamaahnya.

Unjuk rasa tersebut telah diiklankan di saluran media sosial sayap kanan dengan slogan "Cukup sudah".

Terlihat para pengunjuk rasa melambaikan bendera Inggris dan Inggris sambil meneriakkan slogan-slogan seperti "Hentikan kapal-kapal" – yang merujuk pada migran ilegal yang bepergian ke Inggris dari Prancis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Berita Terkini
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Infografis
Sejak November, 90 Kapal...
Sejak November, 90 Kapal Israel, AS, dan Inggris Diserang Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved