Jemaah Salat Jenazah Seruan Perlawanan di Pemakaman Pemimpin Hamas Haniyeh di Qatar

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 19:30 WIB
loading...
Jemaah Salat Jenazah...
Banyak pelayat mengatakan warisan Haniyeh dalam perjuangan Palestina untuk mendapatkan negara dan kebebasan dari penjajahan Israel tidak dapat disangkal. Foto/Showkat Shafi/Al Jazeera
A A A
DOHA - Ribuan orang berkumpul di Masjid Imam Muhammad bin Abdul al-Wahhab di ibu kota Qatar, Doha, untuk salat jenazah pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh pada Jumat (2/8/2024).

Pria berusia 62 tahun itu dibunuh di Iran bersama pengawalnya pada hari Rabu dalam apa yang disebut kelompok Palestina sebagai "serangan Zionis yang berbahaya". Israel tidak mengakui atau membantah keterlibatannya.

Di tengah keamanan yang ketat, para pelayat yang berkumpul di kompleks masjid nasional beberapa jam sebelum salat Jumat siang, mulai memberikan penghormatan terakhir kepada Haniyeh yang tinggal di Doha selama beberapa tahun terakhir.

Haniyeh adalah anggota terkemuka gerakan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Warisannya dalam perjuangan Palestina untuk mendapatkan negara dan kebebasan dari penjajahan Israel tidak dapat disangkal, menurut banyak orang yang berada di masjid tersebut.

"Israel telah membunuh hampir 40.000 warga Palestina dalam 300 hari terakhir. Haniyeh adalah salah satunya. Kami akan mengenang setiap kehidupan yang dihabisi oleh genosida ini,” tegas Ahmed, warga Palestina yang tinggal di Doha.

“Kami akan melawan dan kami akan hidup untuk melihat Palestina yang merdeka,” ungkap dia.

Warna hitam, putih, hijau, dan merah yang menjadi warna bendera Palestina, menghiasi pertemuan besar yang dihadiri ribuan pria, wanita, dan anak-anak.

Terdengar kemarahan di tengah duka atas kekebalan tindakan Israel dari sanksi internasional.

“Lihat bagaimana seorang pemimpin Palestina dibunuh di negara asing, apakah ada hukum internasional yang akan meminta pertanggungjawaban Israel? Semua organisasi global terbongkar, mereka tidak ada artinya, hancurkan mereka jika mereka tidak dapat menghentikan genosida warga Palestina ini,” ujar Mohammad Abid, 45 tahun, sebelum memasuki masjid.

Baca juga: Rusia Sebut Dalang Pembunuhan Ismail Haniyeh Andalkan Keterlibatan AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved