Viral, Bocah Genius 11 Tahun Ini Tulis 600 Baris Kode untuk Bikin Roket Sendiri
Minggu, 28 Juli 2024 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
”Nitrocellulose tidak meledak seperti yang diharapkan, pegas dan baterai lithium juga rusak. Mungkin masih ada masalah dengan sambungan badan roket,” kata Yan, seperti dikutip dari South China Morning Post, Minggu (28/7/2024).
Dia kini berencana untuk meluncurkan roket keduanya dan berharap dapat diterima di salah satu dari tujuh universitas pertahanan sipil bergengsi di China. Impian utamanya adalah membangun roket sungguhan bagi China untuk menjelajahi alam semesta.
Si genius kecil ini telah mendokumentasikan perjalanan pengembangan roketnya di media sosial, dan memperoleh lebih dari 440.000 pengikut. Orang tuanya juga mendukung, mengubah ruang tamu rumah mereka menjadi studio penelitian roket.
Ayahnya telah berbagi kebanggaan dan kegembiraannya dengan South China Morning Post saat mengenang peluncuran roket perdananya. ''Meskipun roket itu jatuh, saya menganggap penerbangan pertamanya sebagai sebuah kemenangan. Saya sangat gembira, tetapi anak saya menanggapinya dengan tenang, tetap tenang dan kalem,” kata Hongsen.
“Saya tidak mengerti tentang kedirgantaraan, tetapi saya akan selalu mendampingi anak saya. Sebagai orang tua, kami sepenuhnya mendukung impian anak kami. Jika dia menemui kesulitan teknis yang tidak dapat dipecahkannya, dia selalu menghubungi saya, dan saya berusaha sebaik mungkin untuk meminta bantuan para ahli,” imbuh ayah bocah tersebut.
Dia kini berencana untuk meluncurkan roket keduanya dan berharap dapat diterima di salah satu dari tujuh universitas pertahanan sipil bergengsi di China. Impian utamanya adalah membangun roket sungguhan bagi China untuk menjelajahi alam semesta.
Si genius kecil ini telah mendokumentasikan perjalanan pengembangan roketnya di media sosial, dan memperoleh lebih dari 440.000 pengikut. Orang tuanya juga mendukung, mengubah ruang tamu rumah mereka menjadi studio penelitian roket.
Ayahnya telah berbagi kebanggaan dan kegembiraannya dengan South China Morning Post saat mengenang peluncuran roket perdananya. ''Meskipun roket itu jatuh, saya menganggap penerbangan pertamanya sebagai sebuah kemenangan. Saya sangat gembira, tetapi anak saya menanggapinya dengan tenang, tetap tenang dan kalem,” kata Hongsen.
“Saya tidak mengerti tentang kedirgantaraan, tetapi saya akan selalu mendampingi anak saya. Sebagai orang tua, kami sepenuhnya mendukung impian anak kami. Jika dia menemui kesulitan teknis yang tidak dapat dipecahkannya, dia selalu menghubungi saya, dan saya berusaha sebaik mungkin untuk meminta bantuan para ahli,” imbuh ayah bocah tersebut.
Lihat Juga :