Rencana AS Hidupkan Kembali Sanksi PBB Picu Skandal Serius di DK

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:19 WIB
loading...
Rencana AS Hidupkan...
Lavrov sebut upaya AS untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran mungkin memicu skandal serius di Dewan Keamanan (DK) PBB dan akhirnya melemahkan otoritasnya. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran mungkin memicu skandal serius di Dewan Keamanan (DK) PBB dan akhirnya melemahkan otoritasnya. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia , Sergei Lavrov.

Lavrov memprediksi, AS akan mencoba mengembalikan sanksi mengikat internasional terhadap Iran dengan menggunakan metode legalistik, kuasi-yuridis. ( Baca juga: Parah! Trump Stop Pemberian BLT 30 Juta Pengangguran di AS )

"Kami bekerja dengan mitra AS kami dan anggota DK PBB lainnya di New York dan di Washington. Kami memahami bahwa sebagian besar negara menyadari ketidaktepatan dan kontra-produktivitas upaya ini," ucap Lavrov, seperti dilansir Tass pada Senin (24/8/2020).

"Bagaimanapun, ini tidak akan membuahkan hasil, tetapi pada akhirnya mungkin akan terjadi. Menyebabkan skandal yang sangat serius dan perpecahan di dalam Dewan Keamanan PBB dan dalam analisis akhir, merusak otoritasnya," sambungnya.

Dia ingat bahwa Washington menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tentang program nuklir Iran, dengan menggambarkannya sebagai kesepakatan buruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved