Geng Pemuda Amuk Papua Nugini: 26 Orang Dibantai, Gadis-gadis Diperkosa
Jum'at, 26 Juli 2024 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Pembantaian yang mengerikan itu dilaporkan oleh surat kabar besar di PNG.
Kepala hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Saya merasa ngeri dengan pecahnya kekerasan mematikan yang mengejutkan di Papua Nugini, yang tampaknya sebagai akibat dari perselisihan atas kepemilikan tanah dan danau serta hak pengguna."
Turk, yang juga pengacara Austria, meminta otoritas PNG untuk melakukan investigasi yang cepat, tidak memihak, dan transparan serta memastikan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
"Sangat penting bagi para korban dan keluarga mereka untuk menerima ganti rugi, termasuk perumahan yang layak, perlindungan yang efektif terhadap serangan lebih lanjut, dan dukungan psikososial yang diperlukan," katanya.
Dia menyerukanpada pihak berwenang untuk bekerja di dan dengan masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi akar penyebab sengketa tanah dan danau, dan dengan demikian mencegah terulangnya kekerasan lebih lanjut.
Awal tahun ini, PBB mendesak PNG untuk mengatasi akar penyebab meningkatnya kekerasan suku di negara itu setelah puluhan orang tewas dalam bentrokan yang sangat keras antara suku-suku yang bertikai.
Konflik di antara 17 kelompok suku telah meningkat secara progresif sejak pemilihan umum tahun 2022 atas berbagai masalah termasuk sengketa tanah dan persaingan klan.
Kepala hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Saya merasa ngeri dengan pecahnya kekerasan mematikan yang mengejutkan di Papua Nugini, yang tampaknya sebagai akibat dari perselisihan atas kepemilikan tanah dan danau serta hak pengguna."
Turk, yang juga pengacara Austria, meminta otoritas PNG untuk melakukan investigasi yang cepat, tidak memihak, dan transparan serta memastikan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
"Sangat penting bagi para korban dan keluarga mereka untuk menerima ganti rugi, termasuk perumahan yang layak, perlindungan yang efektif terhadap serangan lebih lanjut, dan dukungan psikososial yang diperlukan," katanya.
Dia menyerukanpada pihak berwenang untuk bekerja di dan dengan masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi akar penyebab sengketa tanah dan danau, dan dengan demikian mencegah terulangnya kekerasan lebih lanjut.
Awal tahun ini, PBB mendesak PNG untuk mengatasi akar penyebab meningkatnya kekerasan suku di negara itu setelah puluhan orang tewas dalam bentrokan yang sangat keras antara suku-suku yang bertikai.
Konflik di antara 17 kelompok suku telah meningkat secara progresif sejak pemilihan umum tahun 2022 atas berbagai masalah termasuk sengketa tanah dan persaingan klan.
(mas)
Lihat Juga :