Pangkalan Rahasia Kapal Selam Nuklir China Ini Momok bagi Laut China Selatan

Senin, 24 Agustus 2020 - 11:19 WIB
loading...
A A A
Pulau Natuna, lokasi yang pernah jadi bentrokan antara pihak Indonesia dan China awal tahun ini, berjarak 1.750 km dari Hainan.

Gambar satelit open source yang diambil selama dua dekade terakhir mengungkapkan Pulau Hainan telah dibentengi dengan kuat pada waktu itu.

Melindungi jaringan terowongan dan fasilitas kapal selam seluas 25 meter persegi adalah menara lapis baja besar yang berisi peluncur rudal anti-kapal dan anti-udara. Senjata ini—dengan senjata pertahanan titik yang tersebar—juga melindungi dermaga dan fasilitas penanganan amunisi di dekatnya.

Dermaga yang lebih besar di dekatnya dirancang untuk mendukung kapal permukaan. Dua kapal induk China telah berlabuh di Hainan, bersama dengan sejumlah kapal perusak, fregat, dan kapal pendukung.

Pekerjaan dimulai pada fasilitas tersebut pada tahun 2000. Masih belum selesai.

Gunung yang mendominasi Teluk Yalong, pantai sepanjang 7,5 km di Hainan, adalah pusat penangkal nuklir China.

Tanah dan batunya melindungi kapal selam, kru, senjata, dan fasilitas komando di dalamnya. Tapi tembok buatan mengelilingi pantainya. Dinding ledakan mengisolasi bangunan individu. Jalur rel mengarah dari fasilitas pemuatan yang dilindungi ke dalam terowongan.

"Setiap upaya AS untuk menyerang sasaran di Pulau Hainan hanya akan benar-benar dapat dilakukan dalam konteks konflik skala besar dan akan membutuhkan upaya luar biasa," tulis peneliti Strategic Sentinel Damen Cook. "Kapal permukaan dan kapal selam serang Yulin-East akan memperkuat posisi China atas rute perdagangan regional yang penting dan berusaha memaksa tetangga China untuk menerima dash-nine line."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved