alexametrics

Pasok S-400 Rusia ke Turki, Strategi Putin Memecah NATO

loading...
Pasok S-400 Rusia ke Turki, Strategi Putin Memecah NATO
Kiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba di Pangkalan Udara Murted, Ankara, Jumat (12/7/2019). Foto/Hurriyet
A+ A-
WASHINGTON - Turki telah menerima kiriman perdana sistem pertahanan rudal S-400 yang dibeli dari Rusia. Pakar NATO berpendapat penjualan senjata pertahanan cangggih Moskow kepada Ankara itu merupakan strategi Presiden Vladimir Putin untuk memecah NATO.

NATO dibuat tidak nyaman dengan kenekatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang tetap mengakuisisi sistem pertahanan rudal jarak jauh Moskow itu, terlebih Amerika Serikat (AS)—sekutu Ankara di NATO—sudah berulang kali memperingatkan dampak senjata itu terhadap sistem keamanan aliansi.

Pemerintah Erdogan selama ini mengklaim memilih membeli sistem S-400 Rusia karena Washington menolak menjual sistem pertahanan rudal Patriot. Klaim itu telah dibantah para pejabat AS.



Menurut pakar NATO, Ian Lesser, Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin telah memainkan strateginya dalam memecah NATO melalui Turki. Penggunaan senjata pertahanan Rusia oleh Turki telah memicu kegelisahan AS karena status Ankara di keanggotaan NATO masih aktif.

"Konsekuensi politik dari ini sangat serius, karena pengiriman (S-400) akan mengonfirmasi banyak gagasan bahwa Turki beralih ke alternatif (senjata) non-Barat," kata Lesser, yang merupakan direktur German Marshall Fund di Brussels.

"Ini akan menciptakan banyak kecemasan dan perasaan buruk di dalam NATO. Itu jelas akan semakin meracuni sentimen untuk Turki di dalam aliansi," ujarnya, seperti dikutip New York Times, Sabtu (13/7/2019).

Diposisikan secara strategis di persimpangan Eropa dan Asia, dan berbagi perbatasan di Laut Hitam dengan Rusia, Turki telah lama menjadi pasak vital di NATO dan salah satu anggotanya yang paling berduri.

Sekadar diketahui, NATO telah menempatkan sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat di tanah Turki sejak pecahnya perang saudara di Suriah. Namun, Erdogan bersikeras bahwa negaranya membutuhkan sistem rudal jarak jauh yang dioperasikan sendiri.

Presiden AS Donald Trump pada pertemuan puncak G-20 di Jepang bulan lalu mengatakan bahwa kenekatan Ankara membeli senjata pertahanan Moskow adalah kesalahan pemerintahan Barack Obama yang tidak menjual sistem rudal Patriot kepada sekutu Amerika tersebut.

"Ini berantakan," kata Trump pada bulan lalu. "Dan jujur, itu bukan kesalahan Erdogan," ujarnya.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, saat mengumumkan kedatangan tiga pesawat pembawa pasokan pertama sistem rudal S-400 Rusia, mengatakan bahwa negaranya masih berharap bisa membeli sistem rudal Patriot dari Amerika Serikat.

"Kami mencari pengadaan Patriot dan lembaga kami bekerja secara intensif dalam hal itu," katanya dalam sambutannya yang disiarkan saluran TRT.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak