Tentara Bangladesh Turun ke Jalanan Atasi Kerusuhan yang Tewaskan 110 Orang

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:30 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 4 Janji Donald Trump kepada Zelenksy, dari Akhiri Perang Ukraina hingga Menekan NATO

Ketika jumlah korban tewas meningkat dan polisi serta pasukan keamanan lainnya tidak mampu membendung protes, pemerintahan Hasina memberlakukan jam malam nasional dan mengerahkan militer.

Jam malam dilonggarkan selama dua jam sejak siang hari pada hari Sabtu untuk memungkinkan orang berbelanja perbekalan dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya, saluran televisi melaporkan. Ini akan berlangsung hingga pukul 10 pagi pada hari Minggu, ketika pemerintah akan menilai situasi dan memutuskan tindakan selanjutnya, tambah laporan tersebut.

Mereka yang turun ke jalan diperiksa kartu identitasnya oleh personel militer di berbagai titik pemeriksaan, menurut tayangan TV. Pasukan memasang penghalang jalan dan bunker menggunakan karung pasir di lokasi-lokasi strategis di Dhaka, pusat protes anti-kuota.

Kerusuhan nasional terjadi karena kemarahan mahasiswa terhadap kuota pekerjaan pemerintah yang kontroversial, termasuk 30% untuk keluarga mereka yang memperjuangkan kemerdekaan dari Pakistan.

Pemerintahan Hasina telah menghapus sistem kuota pada tahun 2018, namun pengadilan menerapkannya kembali bulan lalu. Negara bagian tersebut mengajukan banding terhadap pemulihan tersebut dan Mahkamah Agung menangguhkannya selama satu bulan, menunggu sidang pada tanggal 7 Agustus.

Di distrik Narsingdi, Dhaka tengah, pengunjuk rasa menyerbu sebuah penjara pada hari Jumat, membebaskan lebih dari 850 narapidana dan membakar fasilitas tersebut, saluran TV melaporkan, mengutip polisi. Insiden pembakaran yang tersebar juga dilaporkan pada hari Sabtu di beberapa wilayah negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved