Yahudi Ultra-Ortodoks Israel akan Terima Pemberitahuan Wajib Militer dalam Hitungan Hari
Rabu, 17 Juli 2024 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Dinas militer wajib bagi sebagian besar warga negara Israel, baik pria maupun wanita diharuskan bertugas antara 24 hingga 32 bulan di IDF, biasanya sejak usia 18 tahun ke atas.
Namun, berdasarkan perjanjian tahun 1948 antara perdana menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, dan para pemimpin Haredi, anggota komunitas ini dibebaskan dari dinas wajib jika mereka terdaftar di sekolah agama, atau Yeshiva.
Bergabung dengan Yeshiva menjadi tiket keluar dari dinas militer bagi kaum Haredim, yang berpendapat kehidupan militer akan mengganggu studi mereka tentang Taurat, mengganggu waktu doa mereka yang panjang, dan membuat mereka berhubungan dengan lawan jenis.
Selain itu, beberapa kaum Haredim anti-Zionis, dan mengklaim negara Israel akan tetap tidak sah sampai kedatangan sang mesias.
Pembebasan wajib militer ini telah menyebabkan ketegangan antara kaum Yahudi Ortodoks dan sekuler, dengan kaum Yahudi sekuler marah karena mereka harus memikul beban dinas militer sambil juga mendanai Yeshiva dengan pajak mereka.
Namun, berdasarkan perjanjian tahun 1948 antara perdana menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, dan para pemimpin Haredi, anggota komunitas ini dibebaskan dari dinas wajib jika mereka terdaftar di sekolah agama, atau Yeshiva.
Bergabung dengan Yeshiva menjadi tiket keluar dari dinas militer bagi kaum Haredim, yang berpendapat kehidupan militer akan mengganggu studi mereka tentang Taurat, mengganggu waktu doa mereka yang panjang, dan membuat mereka berhubungan dengan lawan jenis.
Selain itu, beberapa kaum Haredim anti-Zionis, dan mengklaim negara Israel akan tetap tidak sah sampai kedatangan sang mesias.
Pembebasan wajib militer ini telah menyebabkan ketegangan antara kaum Yahudi Ortodoks dan sekuler, dengan kaum Yahudi sekuler marah karena mereka harus memikul beban dinas militer sambil juga mendanai Yeshiva dengan pajak mereka.
Lihat Juga :