Sejumlah Negara Khawatir Aktivitas Peretasan China Ancam Keamanan Global
Rabu, 17 Juli 2024 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Di Inggris, para hacker China menyusup ke dunia pertahanan ketika sekitar 270.000 catatan penggajian milik hampir semua anggota angkatan bersenjata Inggris dilaporkan terekspos ke peretas yang didukung Beijing.
Data yang dibobol itu mencakup nama dan detail bank untuk personel militer penuh waktu, cadangan paruh waktu, termasuk setidaknya satu anggota Parlemen, dan veteran yang meninggalkan Inggris setelah Januari 2018. Data tersebut dikelola kontraktor swasta, SSCL, menurut laporan surat kabar The Guardian.
Menurut laporan beberapa media, hacker China menembus sistem jaringan internal nasional Jepang, yang digunakan para diplomat untuk mengirimkan dokumen rahasia pemerintah, dua tahun lalu. Insiden ini berpotensi mengungkap beberapa informasi sensitif bagi para hacker.
Dengan meningkatnya tantangan, China kini muncul sebagai ancaman yang berpotensi berbahaya bagi keamanan dunia.
Menyoroti cengkeraman China yang semakin kuat, The Epoch Times menulis dalam analisisnya: "China juga telah memanfaatkan spionase siber untuk memantau dan menekan aktivis hak asasi manusia China, sebuah praktik yang berlanjut hingga saat ini.
Keterlibatan jangka panjang dalam aktivitas siber ini menggarisbawahi komitmen China untuk memanfaatkan spionase siber sebagai alat penting dalam ambisi geopolitik dan strategisnya."
Data yang dibobol itu mencakup nama dan detail bank untuk personel militer penuh waktu, cadangan paruh waktu, termasuk setidaknya satu anggota Parlemen, dan veteran yang meninggalkan Inggris setelah Januari 2018. Data tersebut dikelola kontraktor swasta, SSCL, menurut laporan surat kabar The Guardian.
Menurut laporan beberapa media, hacker China menembus sistem jaringan internal nasional Jepang, yang digunakan para diplomat untuk mengirimkan dokumen rahasia pemerintah, dua tahun lalu. Insiden ini berpotensi mengungkap beberapa informasi sensitif bagi para hacker.
Dengan meningkatnya tantangan, China kini muncul sebagai ancaman yang berpotensi berbahaya bagi keamanan dunia.
Menyoroti cengkeraman China yang semakin kuat, The Epoch Times menulis dalam analisisnya: "China juga telah memanfaatkan spionase siber untuk memantau dan menekan aktivis hak asasi manusia China, sebuah praktik yang berlanjut hingga saat ini.
Keterlibatan jangka panjang dalam aktivitas siber ini menggarisbawahi komitmen China untuk memanfaatkan spionase siber sebagai alat penting dalam ambisi geopolitik dan strategisnya."
(mas)
Lihat Juga :