Donald Trump Ditembak, Presiden Biden Minta Rakyat AS Tenangkan Diri

Senin, 15 Juli 2024 - 09:03 WIB
loading...
A A A
"Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk melakukan hal ini," paparnya.

“Di Amerika, kami menyelesaikan perbedaan kami di kotak suara. Sekarang, itulah cara kami melakukannya. Di kotak suara. Bukan dengan peluru,” lanjut Biden dalam pidato yang berdurasi sekitar tujuh menit, dan disiarkan langsung oleh jaringan berita besar dan saluran konservatif Fox News.

"Politik tidak boleh menjadi ladang pembunuhan dan tidak ada yang lebih penting daripada berdiri bersama."

Ini adalah ketiga kalinya Biden menggunakan ruang formal di Oval Office untuk mengomentari isu-isu yang sangat penting bagi warga Amerika sejak dia mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021.

Kali ini, kurang dari empat bulan tersisa sebelum pemilu tanggal 5 November, dan masa depan politik Biden diragukan.

Kemunculan Biden memungkinkan dia untuk menunjukkan kekuatan petahana, sebuah gambaran simbolis yang penting saat dia melawan beberapa orang di Partai Demokrat yang menginginkan pemimpin berusia 81 tahun itu mundur dari pencalonan kembali karena kekhawatiran bahwa dia tidak memiliki ketajaman mental untuk masa jabatan empat tahun lagi.

Biden mengalami beberapa contoh kekerasan politik yang terjadi di AS dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penyerangan terhadap US Capitol pada 6 Januari 2021 oleh loyalis Trump dan pemukulan terhadap Paul Pelosi, suami mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, pada tahun 2022.

“Kekerasan tidak pernah menjadi jawabannya,” kata Biden.

Empat presiden AS telah dibunuh dan beberapa lolos dari upaya pembunuhan. Beberapa calon presiden telah ditembak, beberapa di antaranya berakibat fatal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved