Dibidik Rudal AS, Rusia Balas Ancam Targetkan Kota-kota Eropa
Minggu, 14 Juli 2024 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Rabu, Washington mengumumkan rencana untuk mulai mengerahkan senjata jarak jauh di Jerman pada tahun 2026, termasuk sistem SM-6 dan Tomahawk, sebagai bagian dari perencanaan penempatan kemampuan ini secara permanen di masa depan.
Moskow telah berjanji untuk dengan tenang mempersiapkan respons militer terhadap tindakan bermusuhan tersebut, dan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menggambarkan rencana tersebut sebagai salah satu elemen intimidasi yang, saat ini, hampir menjadi komponen utama pendekatan NATO dan AS terhadap Rusia.
Pada akhir Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Moskow dapat melanjutkan produksi dan penempatan rudal jarak menengah dan jarak pendek berbasis darat secara global sebagai respons terhadap tindakan bermusuhan AS.
“Kami sekarang tahu bahwa AS tidak hanya memproduksi sistem rudal ini tetapi juga membawanya ke Eropa, Denmark, untuk digunakan dalam latihan. Belum lama ini, mereka dikabarkan sedang berada di Filipina. Tidak jelas apakah mereka telah membawa rudal-rudal tersebut keluar dari Filipina atau tidak,” kata Putin saat itu.
Amunisi jenis ini dibatasi oleh Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), yang runtuh pada tahun 2019. Namun, Moskow tidak memproduksi dan mengerahkannya, selama Washington juga menahan diri untuk tidak melakukannya.
Moskow telah berjanji untuk dengan tenang mempersiapkan respons militer terhadap tindakan bermusuhan tersebut, dan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menggambarkan rencana tersebut sebagai salah satu elemen intimidasi yang, saat ini, hampir menjadi komponen utama pendekatan NATO dan AS terhadap Rusia.
Pada akhir Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Moskow dapat melanjutkan produksi dan penempatan rudal jarak menengah dan jarak pendek berbasis darat secara global sebagai respons terhadap tindakan bermusuhan AS.
“Kami sekarang tahu bahwa AS tidak hanya memproduksi sistem rudal ini tetapi juga membawanya ke Eropa, Denmark, untuk digunakan dalam latihan. Belum lama ini, mereka dikabarkan sedang berada di Filipina. Tidak jelas apakah mereka telah membawa rudal-rudal tersebut keluar dari Filipina atau tidak,” kata Putin saat itu.
Amunisi jenis ini dibatasi oleh Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), yang runtuh pada tahun 2019. Namun, Moskow tidak memproduksi dan mengerahkannya, selama Washington juga menahan diri untuk tidak melakukannya.
(mas)
Lihat Juga :