Rusia Marah karena AS Hendak Kerahkan Rudal Tomahawk dan Hipersonik ke Jerman

Jum'at, 12 Juli 2024 - 10:27 WIB
loading...
A A A
Dukungan terhadap langkah tersebut di Jerman—yang akan menempatkan rudal jelajah Tomahawk, yang dapat ditembakkan dari kapal atau kapal selam, SM-6, dan senjata hipersonik yang ditempatkan di tanah Jerman mulai tahun 2026, sebagaimana disepakati pada konferensi NATO di Washington minggu ini—diukur, dengan beberapa menyambutnya dan yang lain memperingatkan hal itu akan membahayakan keamanan Jerman.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan bahwa agar dianggap serius, Jerman perlu menyempurnakan visi jangka panjang yang tidak bergantung pada AS, dengan alasan bahwa perjanjian tersebut hanya bersifat sementara, meskipun sejalan dengan upaya NATO untuk melindungi Ukraina dan menghalangi Rusia.

Jerman, katanya, memerlukan rencana investasi jangka panjang dalam “sistem pertahanan jangka panjang yang tepat” untuk melindungi dirinya sendiri dan Eropa.

Pistorius mendorong peningkatan beberapa miliar euro pada anggaran pertahanannya. Minggu ini, dia menyebut jumlah €58 miliar yang dijanjikan kepadanya tidak mencukupi.

“Segala sesuatu yang gagal kita investasikan dalam kemampuan pencegahan dan pertahanan sekarang akan kembali menghantui kita di tahun-tahun mendatang,” katanya kepada stasiun radio Jerman; DLF, pada hari Kamis.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved