Ukraina Dituduh Hendak Hancurkan Satu-satunya Kapal Induk Rusia

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:14 WIB
loading...
Ukraina Dituduh Hendak...
FSB klaim intelijen Ukraina berencana menghancurkan satu-satunya kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia mengeklaim pihaknya mencegah upaya intelijen Ukraina untuk menghancurkan satu-satunya kapal induk Moskow, Admiral Kuznetsov.

Pada bulan Maret, seorang perwira intelijen Ukraina yang memperkenalkan dirinya sebagai "Oleg" menghubungi seorang warga negara Rusia yang bekerja di kapal induk Angkatan Laut Rusia melalui WhatsApp dan Telegram.

Oleg menawarkan hadiah besar dan kesempatan bepergian ke luar negeri karena melakukan “serangan teroris” terhadap kapal tersebut, kata FSB, yang dilansir Newsweek, Kamis (11/7/2024).

Ditambahkannya, operasi tersebut diawasi secara pribadi oleh kepala badan intelijen militer (GUR) Ukraina, Kyrylo Budanov.

Baca Juga: Kapten Kapal Induk Eisenhower AS Merespons Klaim Houthi: Kami Belum Tenggelam

Klaim FSB belum dapat diverifikasi secara independen.

Kapal induk Admiral Kuznetsov, yang diluncurkan pada tahun 1985, telah tidak berfungsi dan sedang diperbaiki sejak 2018 setelah sebuah derek runtuh di dermaga apung dekat Murmansk.

Pada Juli 2023, media pemerintah Rusia melaporkan bahwa kapal tersebut dapat kembali beroperasi pada akhir tahun ini.

“Jika terjadi kesalahan selama pengujian, maka peralihan ke tahun 2025 tidak bisa dihindari,” tulis kantor berita TASS terkait nasib kapal tersebut, mengutip sumber pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

FSB juga mengatakan pihaknya telah menggagalkan upaya pembunuhan terhadap pejabat tinggi Kementerian Pertahanan di Moskow.

“Semua pelaku dan kaki tangan kejahatan tersebut, termasuk warga negara asing, telah dinyatakan sebagai orang yang dicari dan akan diadili sesuai dengan hukum Rusia,” kata FSB.

Tuduhan itu muncul beberapa hari setelah FSB mengatakan pihaknya mencegah upaya Ukraina merekrut pilot Rusia untuk membajak jet pengebom strategis supersonik Tu-22M3.

FSB mengatakan pada hari Senin bahwa dinas khusus Ukraina menjanjikan kewarganegaraan Italia dan uang kepada pilot Rusia tersebut.

“Intelijen Ukraina bermaksud merekrut seorang pilot militer Rusia untuk mendapatkan imbalan uang dan memberikan kewarganegaraan Italia, untuk membujuknya agar menerbangkan dan mendaratkan pesawat pembawa rudal tersebut di Ukraina,” kata FSB, menuduh NATO terlibat dalam rencana itu.

FSB menambahkan bahwa, selama operasi tersebut, mereka menerima informasi yang membantu militer Rusia menyerang lapangan terbang Ozerne di barat laut Ukraina.

FSB merilis video yang konon memperlihatkan pilot Rusia yang wajahnya ditutupi helm. Intelijen Ukraina, lanjut video tersebut, menghubunginya melalui layanan pesan Telegram dan berusaha merekrutnya.

"Orang tak dikenal menulis di Telegram. Tidak ada moral, tidak ada etika—langsung dimulai dengan ancaman terhadap kerabat dekat saya. Menuntut agar pesawat dibakar," kata pilot tersebut.

"Saya mendatangi komando dan menceritakan semuanya. Teman bicara saya bahkan tidak menyembunyikan fakta bahwa dia berasal dari dinas khusus Ukraina. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Pavlo, menawarkan untuk membajak pesawat tempur ke wilayah Ukraina. Tapi bukan sembarang pesawat, tapi pengebom pembawa rudal jarak jauh, pembawa senjata nuklir,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved