AS Bakal Kerahkan Rudal Jarak Jauh ke Jerman, Termasuk Tomahawk
Kamis, 11 Juli 2024 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Rudal anti-udara SM-6 memiliki jangkauan hingga 460 km (290 mil), dan rudal jelajah Tomahawk dapat menyerang sasaran yang berjarak lebih dari 2.500 km.
Gedung Putih mengatakan bahwa senjata hipersonik yang sedang dikembangkan juga akan ditempatkan di Jerman. "Dan akan memiliki jangkauan yang jauh lebih jauh dibandingkan senjata yang ada di darat saat ini di Eropa," katanya, yang dilansir Reuters, Kamis (11/7/2024).
AS belum berhasil meluncurkan senjata hipersonik, dan telah membatalkan setiap proyek hipersonik sejak uji coba pertamanya yang berhasil pada tahun 2017.
Rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan antara 500 km hingga 5.500 km dilarang di wilayah Eropa berdasarkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), yang ditandatangani oleh Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev pada tahun 1987.
Bersamaan dengan perjanjian START-I dan START-II, perjanjian INF membantu meredakan ketegangan nuklir di Eropa setelah Barat dan Uni Soviet hampir terlibat perang nuklir selama latihan militer Able Archer NATO pada tahun 1983.
AS menarik diri dari perjanjian INF pada tahun 2019, dan Departemen Luar Negeri AS mengeklaim bahwa beberapa rudal jelajah Rusia telah melanggar perjanjian tersebut.
Gedung Putih mengatakan bahwa senjata hipersonik yang sedang dikembangkan juga akan ditempatkan di Jerman. "Dan akan memiliki jangkauan yang jauh lebih jauh dibandingkan senjata yang ada di darat saat ini di Eropa," katanya, yang dilansir Reuters, Kamis (11/7/2024).
AS belum berhasil meluncurkan senjata hipersonik, dan telah membatalkan setiap proyek hipersonik sejak uji coba pertamanya yang berhasil pada tahun 2017.
Rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan antara 500 km hingga 5.500 km dilarang di wilayah Eropa berdasarkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), yang ditandatangani oleh Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev pada tahun 1987.
Bersamaan dengan perjanjian START-I dan START-II, perjanjian INF membantu meredakan ketegangan nuklir di Eropa setelah Barat dan Uni Soviet hampir terlibat perang nuklir selama latihan militer Able Archer NATO pada tahun 1983.
AS menarik diri dari perjanjian INF pada tahun 2019, dan Departemen Luar Negeri AS mengeklaim bahwa beberapa rudal jelajah Rusia telah melanggar perjanjian tersebut.
Lihat Juga :