Rusia Hancurkan 3 Sistem Roket HIMARS Amerika di Ukraina, 10 Operator Asing Tewas
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Militer Ukraina belum berkomentar atas pengumuman Rusia tersebut.
Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menghancurkan HIMARS lainnya di Wilayah Kharkiv, Ukraina. Serangan tersebut terjadi setelah Amerika menyatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya mengizinkan Kyiv menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang sasaran yang berada jauh di dalam wilayah Rusia, dan para pejabat Ukraina mengonfirmasi bahwa senjata tersebut digunakan untuk membombardir pusat logistik dan posisi artileri Rusia di seberang perbatasan.
Para pejabat Rusia telah berulang kali menuduh Ukraina menggunakan senjata buatan Barat, khususnya HIMARS dan rudal ATAMCS jarak jauh yang dipasok AS untuk menyerang warga sipil. Dalam konteks ini, Moskow mengecam Washington atas pengiriman senjata, dengan alasan bahwa dengan melakukan hal tersebut, AS “mendorong teroris di Kyiv untuk melakukan kejahatan baru.”
Rusia juga mengatakan pihaknya sangat menyadari kehadiran personel militer asing di Ukraina, dan menyatakan bahwa mereka dianggap sebagai “target sah” bagi pasukan Moskow. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada akhir Mei bahwa tentara asing tersebut menjadi korban.
Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menghancurkan HIMARS lainnya di Wilayah Kharkiv, Ukraina. Serangan tersebut terjadi setelah Amerika menyatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya mengizinkan Kyiv menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang sasaran yang berada jauh di dalam wilayah Rusia, dan para pejabat Ukraina mengonfirmasi bahwa senjata tersebut digunakan untuk membombardir pusat logistik dan posisi artileri Rusia di seberang perbatasan.
Para pejabat Rusia telah berulang kali menuduh Ukraina menggunakan senjata buatan Barat, khususnya HIMARS dan rudal ATAMCS jarak jauh yang dipasok AS untuk menyerang warga sipil. Dalam konteks ini, Moskow mengecam Washington atas pengiriman senjata, dengan alasan bahwa dengan melakukan hal tersebut, AS “mendorong teroris di Kyiv untuk melakukan kejahatan baru.”
Rusia juga mengatakan pihaknya sangat menyadari kehadiran personel militer asing di Ukraina, dan menyatakan bahwa mereka dianggap sebagai “target sah” bagi pasukan Moskow. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada akhir Mei bahwa tentara asing tersebut menjadi korban.
(mas)
Lihat Juga :