Gawat, Rusia Ancam Ubah Doktrin Nuklir di Tengah Perang Ukraina

Minggu, 07 Juli 2024 - 08:50 WIB
loading...
A A A
Wacana mengenai amandemen doktrin nuklir Rusia belakangan ini semakin meningkat. Bulan lalu, Dmitri Trenin dari lembaga think tank Moskow, Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional, mengatakan doktrim tersebut harus diubah untuk menyatakan Rusia dapat menggunakan senjata atom terlebih dahulu ketika kepentingan inti nasional dipertaruhkan.

“Hal ini karena Moskow harus meyakinkan masyarakat Barat bahwa mereka tidak akan bisa merasa nyaman dan terlindungi sepenuhnya setelah memprovokasi konflik dengan Rusia,” katanya, menurut laporan The Associated Press pada 6 Juni.

Ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir telah membayangi perang dan memberikan keseimbangan bagi Amerika Serikat dan sekutu NATO untuk memasok senjata ke Ukraina guna melawan agresi Moskow, tanpa mengambil risiko eskalasi.

Daryl G Kimball, direktur eksekutif Asosiasi Pengendalian Senjata, mengatakan dalam sebuah artikel bulan lalu bahwa untuk menghindari kesalahan perhitungan nuklir, harus ada dimulainya kembali dialog tentang kelanjutan perjanjian Rusia-AS yang ditangguhkan—perjanjian perihal pengurangan risiko nuklir dan pengendalian senjata.

Dia menambahkan bahwa AS dan anggota NATO lainnya harus terus menahan diri untuk tidak membuat ancaman retoris berupa pembalasan nuklir, menghindari latihan nuklir yang provokatif, dan mengesampingkan tindakan tindakan Rusia yang kontraproduktif.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved