Mantan Presiden Brasil Bolsonaro Dituduh Gelapkan Hadiah Perhiasan dari Arab Saudi

Sabtu, 06 Juli 2024 - 16:01 WIB
loading...
Mantan Presiden Brasil...
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto/REUTERS
A A A
BRASILIA - Kepolisian federal Brasil, pada Kamis (4/7/2024), secara resmi menuduh mantan Presiden Jair Bolsonaro melakukan penggelapan karena diduga menyalahgunakan perhiasan yang diterimanya saat menjabat sebagai kepala negara, termasuk barang-barang mewah yang diberikan pemerintah Arab Saudi.

Kasus tersebut diungkap dua sumber kepolisian Brasil. Ini adalah kedua kalinya polisi secara resmi menuduh Bolsonaro melakukan kejahatan.

Dia sebelumnya dituduh pada Maret dengan memalsukan catatan vaksin COVID-19-nya, Reuters melaporkan.

Perhiasan tersebut, beberapa di antaranya dibuat oleh Chopard dari Swiss, bernilai USD3,2 juta dan termasuk kalung berlian, cincin, jam tangan, dan anting-anting yang diberikan kepada Bolsonaro dan mantan ibu negara, Michelle Bolsonaro, oleh pemerintah Saudi.

Beberapa perhiasan disita petugas bea cukai di bandara internasional Sao Paulo pada Oktober 2021 ketika ditemukan di dalam tas ransel seorang ajudan pemerintah yang kembali dari Riyadh.

Polisi menuduh Bolsonaro melakukan pencucian uang, keterlibatan dalam tindak pidana, dan penggelapan, menurut salah satu sumber, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim.

Polisi federal Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pengacara Bolsonaro tidak membalas panggilan telepon yang meminta komentar. Pembela hukumnya sebelumnya membantah mantan presiden itu telah melakukan kejahatan apa pun.

Putra sulungnya, Flavio, yang merupakan seorang Senator, menulis pada Kamis di akunnya di platform media sosial "X" bahwa Bolsonaro sedang "dianiaya".

Dalam penyelidikan yang disahkan Menteri Kehakiman Mahkamah Agung, Alexandre de Moraes, polisi tahun lalu menggeledah rumah-rumah perwira militer yang diduga membantu Bolsonaro menjual beberapa perhiasan di Amerika Serikat.

Pada saat itu, Hakim Moraes mengatakan barang-barang itu telah dijual dan penjualannya belum diumumkan.

“Polisi juga secara resmi menuduh, pada Kamis, mantan menteri pertambangan dan energi, Bento Albuquerque, yang ajudannya telah kembali bersamanya dari kunjungan ke Riyadh, mantan ajudan Bolsonaro, Mauro Cid, yang diduga terlibat dalam penjualan perhiasan, pengacaranya Frederick Wassef dan juru bicaranya, Fabio Wajngarten,” ungkap satu sumber.

Dalam akun "X" miliknya, Wajngarten mengatakan tuduhan itu "sewenang-wenang, tidak adil dan menganiaya", dengan alasan dia baru saja memerintahkan Bolsonaro untuk mengembalikan hadiah tersebut ke pengadilan audit Brasil.

Pengacara Cid mencatat dalam pernyataan bahwa kliennya telah berada di bawah perjanjian tawar-menawar dengan otoritas Brasil, dengan mengatakan tuduhan polisi hanyalah fase lain dari penyelidikan.

Wassef mengatakan dia hanya membeli jam tangan di Amerika Serikat dengan uangnya sendiri untuk mengembalikannya kepada otoritas Brasil.

Menurutnya, baik Cid maupun Bolsonaro tidak menyuruhnya untuk membeli kembali jam tangan tersebut.

Albuquerque tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Situs berita, G1, melaporkan sebelumnya pada Kamis bahwa polisi telah secara resmi menuduh Bolsonaro.

Jaksa Agung Brasil sekarang dapat memilih apakah akan mendakwa Bolsonaro berdasarkan tuduhan polisi.

Nantinya, mantan presiden tersebut dapat didakwa jika hakim menerima dakwaan potensial ini.

Baca juga: Rishi Sunak Mengundurkan Diri sebagai Pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved