Ledakan Guncang Pabrik Senjata AS yang Memproduksi Hulu Ledak Rudal Javelin

Kamis, 04 Juli 2024 - 17:18 WIB
loading...
Ledakan Guncang Pabrik...
Pabrik senjata General Dynamics di Camden, Arkansas, AS, diguncang ledakan besar. Pabrik inilah yang memproduksi hulu ledak untuk rudal Javelin dan Hellfire. Foto/Army Recognition
A A A
WASHINGTON - Pabrik senjata General Dynamics di Camden, Arkansas, Amerika Serikat (AS), telah diguncang ledakan besar pada Rabu waktu setempat. Pabrik itulah yang memproduksi hulu ledak untuk rudal Javelin dan Hellfire.

Dua orang terluka dan satu lainnya hilang dalam insiden tersebut.

Juru bicara perusahaan, Berkley Whaley, mengatakan kepada wartawan bahwa ledakan besar terjadi tak lama setelah pukul 08.00 pagi pada hari Rabu.

Whaley awalnya menggambarkan insiden itu terkait kembang api, namun tak lama kemudian mengakui bahwa itu adalah sebuah ledakan besar.

Baca Juga: Hadapi China, AS Ganti Armada F-16 di Jepang dengan 48 Jet Tempur Siluman F-35

“Saat ini, kami sedang bekerja dengan petugas pertolongan pertama dan dapat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut mengakibatkan setidaknya dua orang cedera dan satu orang hilang,” kata Whaley dalam sebuah pernyataan.

“Kami bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang saat mereka melakukan penyelidikan," ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Kamis (4/7/2024).

Whaley tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat keparahan cedera, dan tidak mengatakan apakah pabrik mengalami kerusakan serius.

Namun, Hakim Calhoun County Floyd Nutt mengatakan kepada Arkansas Democrat and Gazette bahwa insiden tersebut adalah insiden besar dan yang pertama terjadi di pabrik Camden.

Pabrik tersebut memproduksi dan menguji apa yang disebut General Dynamics sebagai “produk energik”—komponen peledak dari rudal, roket, dan proyektil lainnya.

Menurut situs web perusahaan, fasilitas seluas 880.000 kaki persegi (81.750 meter persegi) tersebut memproduksi roket Hydra, hulu ledak Hellfire dan Javelin, mortir 120mm, dan bahan bakar propelan untuk peluru artileri 155mm.

Amerika Serikat telah mengirim lebih dari 10.000 peluncur rudal Javelin sekali pakai ke Ukraina, bersama dengan lebih dari 3 juta peluru artileri 155 mm dan mortir 120 mm dalam jumlah yang tidak ditentukan, menurut lembar fakta terbaru yang dirilis Pentagon pada hari Rabu.

Awal tahun ini, Pentagon mengatakan bahwa AS akan meningkatkan produksi peluru kaliber 155mm dari 28.000 per bulan menjadi 70.000 per bulan pada akhir tahun 2024.

Tidak jelas apakah pabrik Camden baru-baru ini meningkatkan produksi propelan untuk mencapai tujuan tersebut, meskipun perusahaan saat ini sedang merekrut 19 karyawan di Arkansas, menurut situs webnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved