Tak Mau Tergantung AS, Arab Saudi Perkuat Industri Pertahanan Dalam Negeri
Kamis, 04 Juli 2024 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Manfaatkan Perang Gaza, Israel Intensif Rampas Tanah Rakyat Palestina untuk Dijadikan Pemukiman Yahudi
Dalam pandangan Robert Czulda, pakar pertahanan dari Polandia, Putra Mahkota Mohammad bin Salman, penguasa de facto negara tersebut, Visi 2030 berupaya mengurangi ketergantungan Saudi pada AS. "Salah satu komponen strateginya adalah mengembangkan produksi senjata dalam negeri," katanya.
Sebagai negara dengan belanja militer terbesar kelima di dunia pada tahun 2022, menurut Stockholm International Peace Research Institute, Arab Saudi diperkirakan menghabiskan hampir USD70 miliar untuk senjata pada tahun 2023. Pada tahun 2018-2022, Arab Saudi adalah importir senjata terbesar kedua di dunia, 78% pembeliannya dari AS, yang menyumbang 19% ekspor senjata AS.
"Peningkatan produksi dalam negeri dimaksudkan untuk membangun basis industri Saudi sendiri dan mengurangi risiko yang terkait dengan pembelian senjata dari negara lain, yang memiliki sejarah mengaitkan penjualan dengan isu-isu lain," ungkap Czulda.
Misalnya, selama beberapa waktu, Jerman telah memblokir penjualan sekitar 200 tank Leopard 2A7 ke Arab Saudi, dengan alasan kekhawatiran hak asasi manusia dan perang yang dipimpin Saudi di Yaman.
Dalam pandangan Robert Czulda, pakar pertahanan dari Polandia, Putra Mahkota Mohammad bin Salman, penguasa de facto negara tersebut, Visi 2030 berupaya mengurangi ketergantungan Saudi pada AS. "Salah satu komponen strateginya adalah mengembangkan produksi senjata dalam negeri," katanya.
Sebagai negara dengan belanja militer terbesar kelima di dunia pada tahun 2022, menurut Stockholm International Peace Research Institute, Arab Saudi diperkirakan menghabiskan hampir USD70 miliar untuk senjata pada tahun 2023. Pada tahun 2018-2022, Arab Saudi adalah importir senjata terbesar kedua di dunia, 78% pembeliannya dari AS, yang menyumbang 19% ekspor senjata AS.
"Peningkatan produksi dalam negeri dimaksudkan untuk membangun basis industri Saudi sendiri dan mengurangi risiko yang terkait dengan pembelian senjata dari negara lain, yang memiliki sejarah mengaitkan penjualan dengan isu-isu lain," ungkap Czulda.
Misalnya, selama beberapa waktu, Jerman telah memblokir penjualan sekitar 200 tank Leopard 2A7 ke Arab Saudi, dengan alasan kekhawatiran hak asasi manusia dan perang yang dipimpin Saudi di Yaman.
Lihat Juga :