4 Strategi Putin dan Xi Jinping Perkuat Aliansi Pertahanan CSO untuk Melawan NATO
Kamis, 04 Juli 2024 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Sekutu dekat Rusia, Belarus, yang sebagian menjadi tempat Rusia melakukan invasi ke Ukraina, juga akan secara resmi bergabung dengan SCO pada hari Kamis.
Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Kazakh, Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan kelompok itu “menunjukkan kepada dunia bahwa ada platform internasional alternatif, pusat kekuasaan yang berbeda”.
Namun banyak kepentingan negara-negara anggota yang masih berbeda sejak berdirinya SCO pada tahun 2002.
Moskow dan Beijing bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tengah, yang mencakup bekas republik Soviet, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Hanya Turkmenistan yang bukan anggota SCO.
Meskipun berada di bawah pengaruh Rusia selama beberapa dekade, wilayah yang kaya sumber daya ini telah menjadi kunci bagi proyek-proyek ekonomi dan perdagangan utama Beijing, termasuk proyek infrastruktur Belt and Road yang bertujuan untuk memperkuat rute perdagangan global ke China.
![4 Strategi Putin dan Xi Jinping Perkuat Aliansi Pertahanan CSO untuk Melawan NATO]()
Foto/AP
Berbicara kepada kantor berita The Associated Press, Nigel Gould-Davies, peneliti senior untuk Rusia dan Eurasia di Institut Internasional untuk Studi Strategis di London, mencatat bahwa SCO memiliki “perbedaan keamanan yang signifikan di antara para anggotanya”.
Namun, ia mengatakan “nilai utama” organisasi ini terletak pada pandangan negara-negara non-Barat yang bersatu.
Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Kazakh, Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan kelompok itu “menunjukkan kepada dunia bahwa ada platform internasional alternatif, pusat kekuasaan yang berbeda”.
Namun banyak kepentingan negara-negara anggota yang masih berbeda sejak berdirinya SCO pada tahun 2002.
Moskow dan Beijing bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tengah, yang mencakup bekas republik Soviet, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Hanya Turkmenistan yang bukan anggota SCO.
Meskipun berada di bawah pengaruh Rusia selama beberapa dekade, wilayah yang kaya sumber daya ini telah menjadi kunci bagi proyek-proyek ekonomi dan perdagangan utama Beijing, termasuk proyek infrastruktur Belt and Road yang bertujuan untuk memperkuat rute perdagangan global ke China.
5. Menegaskan Anti-Barat

Foto/AP
Berbicara kepada kantor berita The Associated Press, Nigel Gould-Davies, peneliti senior untuk Rusia dan Eurasia di Institut Internasional untuk Studi Strategis di London, mencatat bahwa SCO memiliki “perbedaan keamanan yang signifikan di antara para anggotanya”.
Namun, ia mengatakan “nilai utama” organisasi ini terletak pada pandangan negara-negara non-Barat yang bersatu.
(ahm)
Lihat Juga :