Karier Politik Masoud Pezeshkian, Calon Presiden Iran yang Dikenal Sebagai Reformis
Selasa, 02 Juli 2024 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Pria asal Mahabad, Azerbaijan Barat, ini adalah pendukung IRGC. Ia adalah sosok yang mengecam pernyataan IRGC sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2019.
Baca Juga: Siapa Haredim? Kelompok Yahudi Ultra-ortodoks yang Menolak Menjadi Tentara Israel
Terlepas dari karier politiknya, Masoud adalah seorang ahli jantung yang terlatih. Dirinya juga sempat mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.
Masoud sempat mencalonkan diri sebagai Presiden Iran sebanyak dua kali, yakni di tahun 2013 dan 2021. Sayangnya dua pencalonannya itu harus berujung dengan kegagalan.
Pada tahun 2013, ia mengundurkan diri dari pencalonan di tahap akhir dan memilih mantan Presiden Hashemi Rafsanjani. Pada tahun 2021, pencalonannya ditolak oleh Dewan Wali, badan penyeleksi tertinggi negara.
Sebagai satu-satunya kandidat reformis dalam pemilihan kali ini, yang didukung oleh koalisi reformis terkemuka di Iran.
Baca Juga: Siapa Haredim? Kelompok Yahudi Ultra-ortodoks yang Menolak Menjadi Tentara Israel
Terlepas dari karier politiknya, Masoud adalah seorang ahli jantung yang terlatih. Dirinya juga sempat mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.
Masoud sempat mencalonkan diri sebagai Presiden Iran sebanyak dua kali, yakni di tahun 2013 dan 2021. Sayangnya dua pencalonannya itu harus berujung dengan kegagalan.
Pada tahun 2013, ia mengundurkan diri dari pencalonan di tahap akhir dan memilih mantan Presiden Hashemi Rafsanjani. Pada tahun 2021, pencalonannya ditolak oleh Dewan Wali, badan penyeleksi tertinggi negara.
Sebagai satu-satunya kandidat reformis dalam pemilihan kali ini, yang didukung oleh koalisi reformis terkemuka di Iran.
Lihat Juga :