alexametrics

Korut: Wapres AS Era Obama Orang Bodoh dengan IQ Rendah

loading...
Korut: Wapres AS Era Obama Orang Bodoh dengan IQ Rendah
Joe Biden, wakil presiden Amerika Serikat era Barack Obama. Dia kini maju sebagai calon presiden melalui Partai Demokrat. Foto/REUTERS
A+ A-
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara meledek Joe Biden sebagai orang bodoh dengan IQ rendah. Ledekan terhadap wakil presiden Amerika Serikat (AS) era Barack Obama itu sebagai balasan karena mengkritik pemimpin Korut Kim Jong-un.

Ledekan ini bermula dari pidato Biden untuk kampanyenya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat di Philadelphia, Sabtu pekan lalu. "Apakah bangsa kita merangkul para diktator dan tiran seperti (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan (pemimpin Korea Utara) Kim Jong-un?," tanya Biden di depan kerumuman pendukungnya.

Komentar Biden itu sejatinya untuk mengkritik Presiden Donald Trump yang kebijakannya cenderung ingin merangkul Putin dan Kim Jong-un melalui diplomasi yang dia jalankan selama ini.



Namun, pemerintah Korut melalui medianya; KCNA, tak terima Kim Jong-un disebut sebagai sosok tiran. "Orang bodoh dengan IQ rendah," tulis media tersebut dalam ulasannya, seperti dikutip AP, Kamis (23/5/2019).

"Apa yang dia ucapkan hanyalah kecanggihan dari hilangnya kualitas dasar sebagai manusia, apalagi seorang politisi," lanjut media pemerintah Korut tersebut.

"Dia telah dituduh bahkan di dalam Partai Demokrat, karena tidak mengatakan apa-apa tentang masyarakat Amerika, untuk tindakan vulgar dan kata-katanya tentang wanita dan pernyataannya yang tidak masuk akal."

Bahkan, KCNA mencatat serangkaian momen memalukan dalam kehidupan Biden. Misalnya, ketika Biden tertidur selama pidato Presiden Barack Obama tahun 2011 dan pada tahun 1987 dia mengakui menjiplak karya tulis.

"(Dia) memuji dirinya sendiri sebagai kandidat presiden paling populer. Ini cukup untuk membuat kucing tertawa," imbuh KCNA.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak