alexametrics

Murka, Duterte Perintahkan Kontainer Sampah Dikirim Kembali ke Kanada

loading...
Murka, Duterte Perintahkan Kontainer Sampah Dikirim Kembali ke Kanada
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kontainer berisi sampah dikirim kembali ke Kanada. Foto/Istimewa
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, telah memerintahkan limbah Kanada dikirim kembali ke negara asalnya. Ini adalah langkah terbaru secara beruntun antara kedua negara mengenai pembuangan limbah yang diberi label dapat didaur ulang.

Filipina telah mengajukan beberapa kali protes diplomatik atas berton-ton sampah yang dikirim antara 2013-14. Pekan lalu, Manila menarik duta besarnya setelah Kanada melewatkan tenggat waktu 15 Mei untuk mengambil kembali sampah tersebut.

Baca juga: Gara-gara Sampah, Filipina Tarik Diplomatnya dari Kanada



"Sebagai akibat dari keterlambatan yang menyinggung ini, presiden telah menginstruksikan kantor yang sesuai untuk mencari perusahaan pelayaran swasta yang akan membawa kembali sampah Kanada ke yurisdiksi yang terakhir," kata juru bicara Presiden Duterte, Salvador Panelo.

"Jika Kanada tidak akan menerima sampah, kami akan meninggalkan hal yang sama di perairan teritorial atau 12 mil laut ke laut dari garis dasar pantai negara mereka," imbuhnya seperti dilansir dari BBC, Rabu (22/6/2019).

Duterte, yang dikenal karena gayanya yang blak-blakan, telah mengancam bulan lalu untuk mengirimkan kembali limbah itu jika masalah ini tidak terselesaikan.

Perselisihan ini terkait dengan kontainer yang dikirim ke Manila oleh perusahaan swasta yang berbasis di Kanada dan penerima yang berbasis di Filipina. Kanada mengatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah Filipina untuk menyelesaikan masalah ini dan telah mengajukan tawaran untuk memulangkan limbah tersebut.

Manila mengatakan kontainer, yang tiba di Manila International Container Port, diberi label palsu berisi plastik yang dimaksudkan untuk didaur ulang namun sebenarnya diisi dengan berton-ton limbah rumah tangga. Pemeriksaan lain terhadap kontainer yang tersisa pada tahun 2015 menemukan mereka mengandung sampah kota yang tidak berbahaya, termasuk sampah rumah tangga dan jalan.

Pemerintah Filipina mengatakan kontainer itu telah menyebabkan kemacetan pelabuhan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Beberapa tetap disimpan di pelabuhan Manila sementara yang lain dibuang di tempat pembuangan sampah besar.

Pada tahun 2016, pengadilan di Filipina memerintahkan agar limbah dikirim kembali ke Kanada dengan biaya importir. Pada tahun yang sama, Kanada mengubah peraturannya sendiri tentang pengiriman limbah berbahaya untuk mencegah terulangnya situasi ini.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak