Warga Palestina di Lebanon Siap Bertempur jika Israel Perangi Hizbullah
Sabtu, 29 Juni 2024 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
"Namun, saya takut dengan apa yang mungkin mereka coba lakukan terhadap adik laki-laki dan perempuan saya. Mereka baru berusia 14 dan sembilan tahun. Saya tidak ingin terjadi apa-apa pada mereka," papar dia.
Meskipun Israel mengancam, banyak warga Palestina tidak mengharapkan perang yang lebih besar di Lebanon karena kekuatan Hizbullah.
Mereka percaya persenjataan kelompok Hizbullah, yang dilaporkan mencakup rudal berpemandu buatan Iran dan pesawat nirawak canggih, menghalangi Israel meningkatkan konflik secara serius.
Namun Abu Ahmad dari Hamas mencatat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih bisa memulai perang di Lebanon untuk menenangkan mitra koalisi sayap kanannya dan mempertahankan kekuasaan.
“Netanyahu adalah seorang penjahat,” tegas dia kepada Al Jazeera. “Dan kita tahu bahwa jika terjadi perang di Lebanon, maka akan ada banyak pembunuhan warga sipil di sini, termasuk warga Palestina. Bisa jadi seperti Gaza.”
Mahar, dari PFLP-GC, mengatakan perang antara Hizbullah dan Lebanon akan berbeda dari perang besar terakhir.
Pada tahun 2006, Hizbullah membunuh tiga tentara Israel dan menangkap dua orang lainnya dalam serangan darat yang mengejutkan. Sebagai tanggapan, Israel menargetkan infrastruktur sipil dan pembangkit listrik di Lebanon.
Pertempuran berlangsung selama 34 hari dan menyebabkan kematian 1.200 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil dan 158 warga Israel, sebagian besar tentara. Namun, kamp-kamp Palestina sebagian besar selamat.
“Kita semua memperkirakan kamp-kamp itu akan menjadi sasaran kali ini,” ungkap Mahar kepada Al Jazeera. “Israel tidak memiliki garis merah lagi. Israel ada untuk melakukan kejahatan terhadap warga Palestina.”
Baca juga: Kenyataan Pahit, Rakyat Palestina Merasa Dunia Tinggalkan Gaza
Apa yang Diharapkan?
Meskipun Israel mengancam, banyak warga Palestina tidak mengharapkan perang yang lebih besar di Lebanon karena kekuatan Hizbullah.
Mereka percaya persenjataan kelompok Hizbullah, yang dilaporkan mencakup rudal berpemandu buatan Iran dan pesawat nirawak canggih, menghalangi Israel meningkatkan konflik secara serius.
Namun Abu Ahmad dari Hamas mencatat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih bisa memulai perang di Lebanon untuk menenangkan mitra koalisi sayap kanannya dan mempertahankan kekuasaan.
“Netanyahu adalah seorang penjahat,” tegas dia kepada Al Jazeera. “Dan kita tahu bahwa jika terjadi perang di Lebanon, maka akan ada banyak pembunuhan warga sipil di sini, termasuk warga Palestina. Bisa jadi seperti Gaza.”
Mahar, dari PFLP-GC, mengatakan perang antara Hizbullah dan Lebanon akan berbeda dari perang besar terakhir.
Pada tahun 2006, Hizbullah membunuh tiga tentara Israel dan menangkap dua orang lainnya dalam serangan darat yang mengejutkan. Sebagai tanggapan, Israel menargetkan infrastruktur sipil dan pembangkit listrik di Lebanon.
Pertempuran berlangsung selama 34 hari dan menyebabkan kematian 1.200 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil dan 158 warga Israel, sebagian besar tentara. Namun, kamp-kamp Palestina sebagian besar selamat.
“Kita semua memperkirakan kamp-kamp itu akan menjadi sasaran kali ini,” ungkap Mahar kepada Al Jazeera. “Israel tidak memiliki garis merah lagi. Israel ada untuk melakukan kejahatan terhadap warga Palestina.”
Baca juga: Kenyataan Pahit, Rakyat Palestina Merasa Dunia Tinggalkan Gaza
(sya)
Lihat Juga :