Kenyataan Pahit, Rakyat Palestina Merasa Dunia Tinggalkan Gaza

Jum'at, 28 Juni 2024 - 17:01 WIB
loading...
Kenyataan Pahit, Rakyat...
Anak-anak Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak dapur amal, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Juni 2024. Foto/REUTERS/Mohammed Salem
A A A
GAZA - Kenyataan pahit bagi rakyat Palestina di Gaza adalah mereka merasa sendirian, terkepung, dikepung, dan ditinggalkan, bahkan oleh mereka yang seharusnya menjadi saudara.

Pembantaian biadab oleh Israel selama hampir sembilan bulan telah merenggut nyawa lebih dari 37.000 warga Palestina, banyak di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Para korban tewas termasuk dokter dan perawat yang bertugas di rumah sakit, mahasiswa, dan orang-orang yang melakukan pekerjaan rumah tangga.

Seluruh keluarga telah dibantai di siang bolong, di tengah penghancuran sistematis Israel terhadap ribuan rumah di Gaza. Lebih dari 11.000 orang lainnya hilang, diyakini telah meninggal dan terkubur di bawah reruntuhan.

Namun, Amerika Serikat (AS) masih menyalahkan warga Palestina, sambil mengkritik pengadilan internasional (ICJ dan ICC) karena mencoba meminta pertanggungjawaban Israel atas genosida yang sedang berlangsung.

Warga Palestina telah ditinggalkan sendirian untuk membela diri terhadap serangan negara penjajah yang didukung oleh militer terkuat di dunia.

AS telah memasok Israel dengan persenjataan bernilai miliaran dolar, termasuk bom dan jet tempur, untuk memperpanjang genosida di Gaza.

Sementara itu, tragedi kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan. Beberapa rumah sakit yang tersisa berjuang untuk mengatasi masuknya warga sipil yang terluka.

“Rezim negara-negara Arab tidak melakukan apa pun selain mengeluarkan pernyataan kutukan yang malu-malu, sambil menjadi penengah antara penindas dan yang tertindas,” ungkap Dr Haidar Eid, Associate Professor di Departemen Sastra Inggris, Universitas Al-Aqsa, Jalur Gaza, Palestina.

Dr Haidar Eid menambahkan, “Memang, rezim Arab telah mengecewakan warga Palestina sejak 1948, melalui kombinasi antara kepengecutan dan kemunafikan. Mereka telah gagal mengakhiri pengepungan Israel selama 17 tahun di Gaza, atau bahkan gagal menawarkan solidaritas yang berarti dengan rakyat Palestina, yang menjadi sasaran serangan militer brutal Israel.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved