Hari Ini, Rakyat Iran Pilih Presiden Baru Pengganti Ebrahim Raisi
Jum'at, 28 Juni 2024 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Jika tidak ada calon yang memperoleh sedikitnya 50 persen ditambah satu suara dari seluruh surat suara termasuk suara blanko, putaran kedua antara dua calon teratas diadakan pada hari Jumat pertama setelah hasil pilpres diumumkan.
Tiga dari kandidat tersebut adalah kandidat garis keras dan satu lagi kandidat moderat, yang didukung oleh faksi reformis yang sebagian besar telah dikesampingkan di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Kritik-kritik terhadap pemerintahan ulama Iran menyatakan rendahnya dan menurunnya jumlah pemilih dalam pemilu sebelumnya menunjukkan legitimasi sistem tersebut telah terkikis.
Hanya 48% pemilih yang berpartisipasi dalam pilpres 2021 yang membawa Raisi berkuasa, dan jumlah pemilih mencapai rekor terendah yaitu 41% dalam pemilu parlemen tiga bulan lalu.
Pilpres kali ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan regional akibat perang antara Israel dan dua sekutu Iran; Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, serta meningkatnya tekanan Barat terhadap Iran atas program nuklirnya yang berkembang pesat.
Presiden berikutnya diperkirakan tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan besar apa pun mengenai program nuklir Iran atau dukungan bagi kelompok milisi di Timur Tengah, karena Khamenei bertanggung jawab atas semua urusan penting negara.
Namun, presiden menjalankan pemerintahan sehari-hari dan dapat memengaruhi kebijakan luar negeri dan dalam negeri Iran.
Tiga dari kandidat tersebut adalah kandidat garis keras dan satu lagi kandidat moderat, yang didukung oleh faksi reformis yang sebagian besar telah dikesampingkan di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Kritik-kritik terhadap pemerintahan ulama Iran menyatakan rendahnya dan menurunnya jumlah pemilih dalam pemilu sebelumnya menunjukkan legitimasi sistem tersebut telah terkikis.
Hanya 48% pemilih yang berpartisipasi dalam pilpres 2021 yang membawa Raisi berkuasa, dan jumlah pemilih mencapai rekor terendah yaitu 41% dalam pemilu parlemen tiga bulan lalu.
Pilpres kali ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan regional akibat perang antara Israel dan dua sekutu Iran; Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, serta meningkatnya tekanan Barat terhadap Iran atas program nuklirnya yang berkembang pesat.
Presiden berikutnya diperkirakan tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan besar apa pun mengenai program nuklir Iran atau dukungan bagi kelompok milisi di Timur Tengah, karena Khamenei bertanggung jawab atas semua urusan penting negara.
Namun, presiden menjalankan pemerintahan sehari-hari dan dapat memengaruhi kebijakan luar negeri dan dalam negeri Iran.
Lihat Juga :