Ribuan Pejuang Asing Siap Bergabung dengan Hizbullah

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:14 WIB
loading...
A A A
“Agresi Hizbullah yang semakin meningkat membawa kita ke ambang eskalasi yang lebih luas, yang dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan bagi Lebanon dan seluruh kawasan,” kata Hagari. “Israel akan terus berperang melawan poros kejahatan Iran di semua lini.”

Para pejabat Hizbullah mengatakan mereka tidak menginginkan perang habis-habisan dengan Israel namun jika hal itu terjadi mereka siap.

“Kami telah mengambil keputusan bahwa ekspansi apa pun, betapapun terbatasnya, akan dihadapkan pada ekspansi yang menghalangi langkah tersebut dan menimbulkan kerugian besar bagi Israel,” kata wakil pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, dalam pidatonya pekan lalu.

Koordinator khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, dan komandan pasukan penjaga perdamaian PBB yang dikerahkan di sepanjang perbatasan selatan Lebanon, Letjen Aroldo Lázaro, mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa “bahaya kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan bencana yang tiba-tiba dan lebih luas. konflik itu sangat nyata.”

Konflik skala besar terakhir antara Israel dan Hizbullah terjadi pada musim panas 2006, ketika keduanya terlibat perang selama 34 hari yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Lebanon dan 140 orang di Israel.

Sejak bentrokan terakhir dimulai, lebih dari 400 orang telah tewas di Lebanon, sebagian besar dari mereka adalah pejuang, namun termasuk 70 warga sipil dan non-kombatan. Di pihak Israel, 16 tentara dan 11 warga sipil tewas. Puluhan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Qassir, sang analis, mengatakan bahwa jika pejuang asing bergabung, hal itu akan membantu mereka yang pernah berperang bersama di Suriah di masa lalu.

“Ada bahasa militer yang sama antara kekuatan poros perlawanan dan ini sangat penting dalam pertempuran bersama,” katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Israel Serang Markas...
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved