Presiden Marcos: Filipina Tidak Ingin Memicu Perang dengan China
Minggu, 23 Juni 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pasukan China Gunakan Kapak saat Bentrok dengan Tentara Filipina di Laut China Selatan
Marcos, yang tidak menyebut nama Chhina dalam pidatonya, memuji tentara yang melakukan pengendalian diri “di tengah provokasi yang intens”, dan mengatakan negaranya akan selalu menggunakan kebebasan dan haknya sesuai dengan hukum internasional.
“Dalam melaksanakan tugas kami, kami tidak akan menggunakan kekerasan atau intimidasi, atau dengan sengaja melukai atau merugikan siapa pun,” kata Marcos. “Kami berdiri teguh. Sikap kami yang tenang dan damai tidak boleh disalahartikan sebagai persetujuan.”
Perselisihan maritim baru-baru ini antara China dan Filipina, sekutu perjanjian AS di Asia Tenggara, telah menjadikan Laut China Selatan yang sangat strategis sebagai titik konflik potensial antara Washington dan Beijing.
Amerika Serikat mengutuk tindakan China dan menegaskan kembali komitmen pertahanannya yang kuat terhadap serangan apa pun terhadap pesawat atau kapal Filipina di Laut China Selatan berdasarkan perjanjian pertahanan bersama mereka.
Marcos, yang tidak menyebut nama Chhina dalam pidatonya, memuji tentara yang melakukan pengendalian diri “di tengah provokasi yang intens”, dan mengatakan negaranya akan selalu menggunakan kebebasan dan haknya sesuai dengan hukum internasional.
“Dalam melaksanakan tugas kami, kami tidak akan menggunakan kekerasan atau intimidasi, atau dengan sengaja melukai atau merugikan siapa pun,” kata Marcos. “Kami berdiri teguh. Sikap kami yang tenang dan damai tidak boleh disalahartikan sebagai persetujuan.”
Perselisihan maritim baru-baru ini antara China dan Filipina, sekutu perjanjian AS di Asia Tenggara, telah menjadikan Laut China Selatan yang sangat strategis sebagai titik konflik potensial antara Washington dan Beijing.
Amerika Serikat mengutuk tindakan China dan menegaskan kembali komitmen pertahanannya yang kuat terhadap serangan apa pun terhadap pesawat atau kapal Filipina di Laut China Selatan berdasarkan perjanjian pertahanan bersama mereka.
Lihat Juga :