Taiwan Belajar dari Ukraina untuk Bersiap Hadapi Serangan
Sabtu, 22 Juni 2024 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, “Pemerintah secara aktif belajar dari pertahanan Ukraina, di mana pasukan tempur yang lebih kecil telah terbukti gesit dan mudah beradaptasi.”
Wakil presiden, yang terpilih bulan lalu, lebih lanjut mengklaim "rezim otoriter" berusaha "mempengaruhi dan mengacaukan negara lain melalui operasi hibrida seperti perang politik, intrusi siber, pemaksaan ekonomi, dan ancaman kekuatan militer."
Baca juga: PBB Peringatkan Perang Baru akan Segera Terjadi
Mengingat ancaman yang diduga ini, Bi-khim menyatakan pemerintah Taiwan telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kemampuannya dalam bereaksi jika terjadi serangan.
Langkah-langkah tersebut termasuk menggandakan anggaran pertahanan pulau itu, memperpanjang wajib militer dari empat bulan menjadi satu tahun, memprioritaskan perolehan senjata baru, dan langkah-langkah lain, yang beberapa di antaranya terinspirasi oleh Ukraina, menurut dia.
Wakil presiden, yang terpilih bulan lalu, lebih lanjut mengklaim "rezim otoriter" berusaha "mempengaruhi dan mengacaukan negara lain melalui operasi hibrida seperti perang politik, intrusi siber, pemaksaan ekonomi, dan ancaman kekuatan militer."
Baca juga: PBB Peringatkan Perang Baru akan Segera Terjadi
Mengingat ancaman yang diduga ini, Bi-khim menyatakan pemerintah Taiwan telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kemampuannya dalam bereaksi jika terjadi serangan.
Langkah-langkah tersebut termasuk menggandakan anggaran pertahanan pulau itu, memperpanjang wajib militer dari empat bulan menjadi satu tahun, memprioritaskan perolehan senjata baru, dan langkah-langkah lain, yang beberapa di antaranya terinspirasi oleh Ukraina, menurut dia.
Lihat Juga :