6 Negara Timur Tengah yang Pernah Perang Melawan Israel dengan Militer Terkuat
Jum'at, 21 Juni 2024 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Saat Perang Arab-Israel 1948, Suriah berpartisipasi dalam invasi bersama negara-negara Arab terhadap Israel setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Meskipun berhasil merebut beberapa wilayah, Israel juga mempertahankan sebagian besar wilayah yang dijajah dari Palestina.
Pada Perang Enam Hari 1967, Suriah berpartisipasi dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya. Israel berhasil merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama perang ini.
Meskipun ukurannya kecil, Lebanon memiliki militer yang relatif kuat. Angkatan Darat Lebanon memiliki pasukan infanteri dan artileri.
Lebanon juga memiliki kelompok paramiliter seperti Hizbullah yang memiliki pengaruh besar di wilayah selatan negara ini.
Saat Perang Arab-Israel 1948, Lebanon berpartisipasi dalam invasi bersama oleh negara-negara Arab terhadap Israel setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Meskipun berhasil merebut beberapa wilayah, Israel juga mempertahankan sebagian besar wilayah yang dikuasai.
Pada Perang Enam Hari 1967, Lebanon juga terlibat dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya. Israel berhasil merebut sejumlah wilayah perbatasan Lebanon selama perang ini.
Yordania memiliki militer yang terlatih dengan baik. Angkatan Darat Yordania memiliki pasukan infanteri dan kendaraan tempur. Yordania juga memiliki angkatan udara dan angkatan laut yang cukup kuat.
Militer Yordania berpartisipasi dalam beberapa perang melawan Israel. Saat Perang Arab-Israel 1948, Yordania ikut serta dalam invasi bersama negara-negara Arab terhadap Israel setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Pasukan Yordania berhasil merebut wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama perang ini. Namun, Israel memperoleh kembali wilayah tersebut selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.
Saat Perang Yom Kippur 1973, Yordania berpartisipasi dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya.
Meskipun berhasil merebut beberapa wilayah, Israel juga mempertahankan sebagian besar wilayah yang dijajah dari Palestina.
Pada Perang Enam Hari 1967, Suriah berpartisipasi dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya. Israel berhasil merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama perang ini.
3. Lebanon
Meskipun ukurannya kecil, Lebanon memiliki militer yang relatif kuat. Angkatan Darat Lebanon memiliki pasukan infanteri dan artileri.
Lebanon juga memiliki kelompok paramiliter seperti Hizbullah yang memiliki pengaruh besar di wilayah selatan negara ini.
Saat Perang Arab-Israel 1948, Lebanon berpartisipasi dalam invasi bersama oleh negara-negara Arab terhadap Israel setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Meskipun berhasil merebut beberapa wilayah, Israel juga mempertahankan sebagian besar wilayah yang dikuasai.
Pada Perang Enam Hari 1967, Lebanon juga terlibat dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya. Israel berhasil merebut sejumlah wilayah perbatasan Lebanon selama perang ini.
4. Yordania
Yordania memiliki militer yang terlatih dengan baik. Angkatan Darat Yordania memiliki pasukan infanteri dan kendaraan tempur. Yordania juga memiliki angkatan udara dan angkatan laut yang cukup kuat.
Militer Yordania berpartisipasi dalam beberapa perang melawan Israel. Saat Perang Arab-Israel 1948, Yordania ikut serta dalam invasi bersama negara-negara Arab terhadap Israel setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Pasukan Yordania berhasil merebut wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama perang ini. Namun, Israel memperoleh kembali wilayah tersebut selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.
Saat Perang Yom Kippur 1973, Yordania berpartisipasi dalam perang melawan Israel bersama negara-negara Arab lainnya.
Lihat Juga :