Akankah Perang Roket dan Retorika antara Israel dan Hizbullah Menjerumuskan Lebanon dalam Perang?

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:50 WIB
loading...
A A A
“Hizbullah dapat menimbulkan kerusakan yang serius dan signifikan dan bahkan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel,” tambahnya.

Israel menginvasi Lebanon pada tahun 1978 dan 1982, di mana Israel mengepung Beirut barat untuk mengusir Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yasser Arafat. Ia menduduki Lebanon selatan dari tahun 1985 hingga tahun 2000.

Meskipun lembaga militer Israel tampaknya menyadari kemampuan Hizbullah, banyak orang di Israel, termasuk menteri sayap kanan seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, lebih mendorong solusi militer dibandingkan diplomasi. Smotrich khususnya bahkan telah melontarkan gagasan untuk menduduki kembali Lebanon selatan, meskipun Lurie-Pardes mengatakan bahwa “hanya kelompok ekstrim kanan/radikal … yang ingin menaklukkan Lebanon”.

Setelah Gagal Mengalahkan Hamas, Israel Mengincar Hizbullah

Akankah Perang Roket dan Retorika antara Israel dan Hizbullah Menjerumuskan Lebanon dalam Perang?

Foto/AP

Ada keyakinan luas bahwa Israel memerlukan gencatan senjata di Gaza agar bisa mengalihkan fokus penuhnya ke Lebanon, namun Lurie-Pardes mengatakan bahwa beroperasi di dua front bukanlah hal yang mustahil.

“Israel dapat menangani front lain,” katanya. “Kerugian manusia dan finansial akan sangat besar, tapi mereka bisa melakukannya.”

Di Israel, tekanan politik meningkat terhadap para politisi menjelang tahun ajaran baru dan penduduk di wilayah utara ingin kembali ke rumah mereka. Ada pandangan yang berkembang dari wilayah perbatasan Israel bahwa mereka tidak akan bisa hidup aman selama Hizbullah beroperasi di dekatnya.

“Masyarakat menginginkan keduanya,” kata Lurie-Pardes. “Mereka ingin merasa aman di wilayah utara dan ingin melihat aksi militer, pada hal itu akan membuat hal itu terjadi.”

“Orang-orang ingin melihat jawaban itu. Namun, mereka juga memahami bahwa Hizbullah lebih kuat daripada Hamas dan memiliki persenjataan yang lebih kompleks.”

Yang jelas adalah bahwa perang yang diperluas hanya akan menghasilkan sedikit pemenang. Israel telah berjuang untuk mencapai tujuannya untuk memberantas Hamas selama delapan bulan terakhir, dan Hizbullah memiliki kemampuan yang jauh lebih besar daripada kelompok Palestina. Meskipun Israel dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap Lebanon, hal ini juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak terduga, seperti yang terjadi di masa lalu.

“Pada tahun 1982, Israel ingin menghapuskan PLO dan berhasil, namun hal ini menyebabkan lahirnya Hizbullah – sebuah gerakan yang jauh lebih radikal dan terorganisir daripada Fatah,” kata Bitar. “Skenario yang sama bisa terulang kembali.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Serang Markas...
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro: 94 Saksi dan 26 Ahli Sudah Diperiksa
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved