Rima Hassan, Wanita Prancis-Palestina Pertama yang Jadi Anggota Parlemen Eropa

Sabtu, 15 Juni 2024 - 11:29 WIB
loading...
A A A
Setelah dia menjadi pelapor di Pengadilan Suaka Nasional (CNDA), pada tahun 2022, Delegasi Antar Kementerian untuk Penerimaan dan Integrasi Pengungsi, badan pemerintah, menghormatinya sebagai "wanita yang inspiratif".

Pada tahun 2023, Hassan bergabung dengan Dewan Penasihat Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi di perusahaan kosmetik L’Oréal, tetapi sikap anti-Israelnya telah menyebabkan penangguhannya.

Pertemuan antara Hassan yang pernah mengatakan dia "berasal dari keluarga komunis", dan LFI terjadi pada konferensi partai musim panas lalu, saat media belum tertarik padanya.

“Persoalan Palestina bahkan belum menjadi berita pada saat itu, dan tetap saja, (LFI) telah menempatkannya di inti materi pelatihannya untuk para aktivis. Bagi saya, bergabung dengan mereka adalah (pilihan) yang jelas,” tegas dia dalam sebuah wawancara.

Setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober dan perang Israel berikutnya di Gaza, dia dihubungi LFI untuk bergabung dengan daftarnya untuk pemilu Uni Eropa. Dia ditempatkan di urutan ketujuh dalam daftar kandidatnya.

Penganiayaan yang Nyata


Kecaman Hassan yang blak-blakan terhadap kebijakan Israel terhadap Palestina membuatnya ditentang oleh banyak orang, termasuk di spektrum politik kiri.

Hassan dan LFI secara umum, secara teratur dituduh antisemitisme atas komentar pro-Palestina mereka, dan mengkritik pelanggaran Israel.

Pada Maret, setelah kritik keras dari para tokoh masyarakat, termasuk produser dan pembawa acara televisi Prancis populer Arthur, acara “Forbes France Women of the Year” 2023 di Paris dibatalkan.

Majalah Amerika tersebut telah memilih Hassan di antara “40 wanita luar biasa yang menandai tahun ini” dan berhasil “mendobrak batasan”.

“Jangan kaget melihat antisemit Rima Hassan dihormati di antara 40 wanita tahun 2023. Antisemitisme dan dalih atas terorisme adalah simbol baru sukses di Forbes,” tulis Arthur di Instagram.

Pada April, Hassan dan pemimpin LFI Mathilde Panot dipanggil polisi sebagai bagian dari penyelidikan atas “dalih atas teror”, menyusul pernyataan LFI yang dipublikasikan pada tanggal 7 Oktober.

Pernyataan tersebut menarik persamaan antara serangan yang dipimpin Hamas, yang digambarkan sebagai "serangan bersenjata oleh pasukan Palestina", dan "peningkatan kebijakan pendudukan Israel" di Palestina.

Dalam wawancara pada akhir November dengan Le Crayon, Hassan mengatakan "benar" bahwa Hamas melakukan tindakan yang sah. Dia kemudian mengecam suntingan yang menyesatkan atas tanggapannya.

“Saya yakin tidak ada yang perlu saya salahkan, karena saya selalu mengekspresikan diri saya secara kritis baik terhadap Hamas maupun modus operasi terorisnya, tetapi juga terhadap Israel,” tegas dia kepada AFP pada hari dia dipanggil polisi.

Yonatan Arfi, presiden Dewan Perwakilan Lembaga Yahudi Prancis (CRIF), kelompok pro-Israel, menuduhnya “mengikuti agenda fundamentalis Hamas dan membenarkan pelanggaran 7 Oktober”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved