Kota Hantu Terus Bermunculan di Meksiko karena Kekejaman Kartel Narkoba

Rabu, 12 Juni 2024 - 16:17 WIB
loading...
Kota Hantu Terus Bermunculan...
Kota hantu terus bermunculand i Meksiko karena anggota kartel kerap bertindak kejam. Foto/Reuters
A A A
NEW MEXICO - Ribuan penduduk meninggalkan kota kecil Tila di Meksiko , melarikan diri dari pengepungan intensif selama tiga hari yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata lengkap. Itu menjadikan Tila menjadi kota hantu, dan masih terlalu takut.

Warga kota tersebut juga takut kembali ke rumah mereka meskipun pasukan pemerintah sudah berpatroli di jalan-jalan yang kosong. “Sepanjang malam kami mendengarkan peluru lewat,” kata Maria, seorang penduduk kota Tila di Meksiko selatan, sekitar 230 km dari ibu kota negara bagian Chiapas, Tuxtla Gutierrez, dilansir Reuters.

Pada malam tanggal 4 Juni, puluhan pria bersenjata lengkap tiba di Tila dengan truk dan mulai menembaki rumah-rumah, tempat usaha, dan membakar gedung-gedung, kata para saksi mata kepada Reuters.

Seorang pria yang tidak menyebutkan identitas dirinya karena alasan keamanan mengatakan orang-orang bersenjata kembali keesokan harinya dengan senjata kaliber tinggi dan pakaian militer.

Kekerasan di Tila berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 7 Juni, ketika tentara tiba. Pihak berwenang negara bagian mengatakan sekitar 5.000 tentara telah dikerahkan ke daerah tersebut dan enam tersangka ditahan.

Seluruh penduduk Tila, sekitar 4.000 orang, meninggalkan rumah mereka, beberapa diantaranya naik bus pemerintah ke tempat penampungan terdekat, di mana banyak di antara mereka yang masih tinggal hingga saat ini, tidur di atas tikar di tanah.

Baca Juga: Siapakah Claudia Sheinbaum? Perempuan Keturunan Yahudi Pertama yang Akan Memimpin Negara Mayoritas Katolik

“Kami tidak akan kembali,” kata seorang pedagang berusia 60 tahun yang mengidentifikasi dirinya sebagai Saul. “Sampai kita tahu bahwa ketika kita meninggalkan rumah, mereka tidak akan membunuh kita.”

Puluhan warga yang meninggalkan daerah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang, banyak yang menutupi wajah mereka dan beberapa di antaranya tampaknya masih di bawah umur, menjarah toko-toko, membakar mobil dan mencoba masuk ke rumah-rumah.

Rekaman setelah serangan menunjukkan kota yang masih sepi, jalanan dipenuhi kendaraan hangus, jendela pecah, dan lubang peluru.

Banyak komunitas Meksiko telah menjadi kota hantu karena orang-orang mencari perlindungan dari kekerasan geng dengan mengajukan permohonan suaka ke Amerika Serikat.

Meskipun pemerintah bersikukuh bahwa kekerasan di Tila disebabkan oleh sengketa tanah setempat, warga setempat mengatakan bahwa kelompok kejahatan terorganisir telah lama memeras mereka dan akan menghukum mereka yang tidak membayar.

“Selama berbulan-bulan, siapa pun yang tidak membayar akan dibunuh,” kata Maria, berbicara dari tempat penampungan di Yajalon, sekitar 30 km jauhnya.

“Mereka mengancam akan merekrut generasi muda, memperkosa perempuan, dan itulah alasan kami pergi.”

Warga melaporkan meningkatnya kekerasan dalam beberapa tahun terakhir, serta peningkatan perdagangan narkoba dan pemerasan.

Presiden terpilih Meksiko Claudia Sheinbaum, yang akan mengambil alih kekuasaan pada bulan Oktober, telah berjanji untuk memerangi pemerasan di negara tersebut, yang merupakan tempat berkembangnya medan pertempuran antara kartel kriminal yang memperdagangkan narkoba sebagian besar ke pasar Amerika.

Meskipun pemerintah AS telah mendorong Meksiko untuk memberantas lebih keras kejahatan narkoba, Meksiko telah menekan AS untuk berbuat lebih banyak guna mencegah senjata api melintasi perbatasan selatannya.

Dulunya relatif tidak tersentuh oleh kekerasan geng, Chiapas kini menjadi lokasi perang wilayah antara Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) dan Kartel Sinaloa dan semakin banyak orang yang melarikan diri dari kekerasan dan pemerasan.

“Mereka membakar kedua rumah saya,” kata warga Tila lainnya. “Kami menunggu pihak berwenang mengambil tindakan serius.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga
Inilah 4 Perempuan Cantik...
Inilah 4 Perempuan Cantik di Balik Kartel Narkoba Terkejam, Salah Satunya Punya 3 Suami
2 Agen CIA Justru Tewas...
2 Agen CIA Justru Tewas setelah Sukses Hancurkan Laboratorium Narkoba di Meksiko
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Berita Terkini
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved