AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 04:34 WIB
loading...
A
A
A
“Itu membuat orang Eropa kurang aman,” katanya.
"Secara pribadi negara-negara ini semua mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin embargo senjata ini diperpanjang tetapi mereka menolak untuk melakukan hal yang berani - hal yang benar secara moral - dan memberikan suara untuk mendukung perpanjangan itu semua demi beberapa cawan suci (kesepakatan Iran). Dunia perlu tahu. Kami akan melakukan hal yang benar," tegasnya.
Pompeo kemudian menyalahkan mantan Menteri Luar Negeri John Kerry, yang mengklaim dalam sambutannya di Konvensi Nasional Demokrat Selasa malam bahwa kesepakatan Iran telah menghilangkan ancaman senjata nuklir Iran.
"Itu salah," kata Pompeo. "Obama dan Kerry tidak memimpin dengan memberi contoh, mereka memimpin dari belakang. Itu adalah semboyan mereka," sambungnya.
"Presiden Trump memimpin dari depan. Dia siap untuk mengambil sikap. Mereka tidak menghentikan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Mereka menyediakan miliaran dolar agar Iran dapat melanjutkan program pengayaan nuklir. Mereka menempatkan diri mereka di jalur menuju senjata nuklir. Itulah kesepakatannya," tukasnya.
"Secara pribadi negara-negara ini semua mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin embargo senjata ini diperpanjang tetapi mereka menolak untuk melakukan hal yang berani - hal yang benar secara moral - dan memberikan suara untuk mendukung perpanjangan itu semua demi beberapa cawan suci (kesepakatan Iran). Dunia perlu tahu. Kami akan melakukan hal yang benar," tegasnya.
Pompeo kemudian menyalahkan mantan Menteri Luar Negeri John Kerry, yang mengklaim dalam sambutannya di Konvensi Nasional Demokrat Selasa malam bahwa kesepakatan Iran telah menghilangkan ancaman senjata nuklir Iran.
"Itu salah," kata Pompeo. "Obama dan Kerry tidak memimpin dengan memberi contoh, mereka memimpin dari belakang. Itu adalah semboyan mereka," sambungnya.
"Presiden Trump memimpin dari depan. Dia siap untuk mengambil sikap. Mereka tidak menghentikan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Mereka menyediakan miliaran dolar agar Iran dapat melanjutkan program pengayaan nuklir. Mereka menempatkan diri mereka di jalur menuju senjata nuklir. Itulah kesepakatannya," tukasnya.
(ber)
Lihat Juga :