Pentagon Sangkal Operasi Pembebasan Sandera Israel Gunakan Dermaga Gaza

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:01 WIB
loading...
Pentagon Sangkal Operasi...
Pemandangan dermaga terapung yang didirikan AS untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan lebih cepat ke Palestina, di Kota Gaza, Gaza, pada 27 Mei 2024. Foto/Dawoud Abo Alkas/Agensi Anadolu
A A A
WASHINGTON - Pentagon, pada Senin (10/6/2024), berusaha menghilangkan apa yang dikatakannya sebagai persepsi salah di media sosial bahwa Israel melakukan sebagian operasi penyelamatan sandera di dermaga terapung militer Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Gaza.

Pentagon mengatakan hal tersebut tidak benar dan tidak ada personel AS yang terlibat, menurut laporan Reuters.

Meski begitu, juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Patrick Ryder, mengakui ada operasi helikopter Israel “di dekat” dermaga, yang diumumkan Presiden AS Joe Biden sebagai cara membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Palestina.

“Itu sudah dekat, tapi menurut saya itu hanya kebetulan. Sekali lagi, dermaga, peralatan, personel yang mendukung upaya kemanusiaan tidak ada hubungannya dengan operasi penyelamatan IDF,” ungkap Ryder, merujuk pada Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dalam serangan di Gaza pada Sabtu, pasukan Israel menyelamatkan empat sandera yang ditahan Hamas sejak Oktober.
Dalam operasi hari Sabtu, Israel membantai 274 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Ryder mengatakan militer AS berusaha “menolak beberapa tuduhan media sosial yang tidak akurat” yang beredar tentang dermaga tersebut.

“Fasilitas dermaga kemanusiaan, termasuk peralatan, personel, dan asetnya, tidak digunakan dalam operasi IDF untuk menyelamatkan sandera di Gaza. Dan klaim apa pun yang menyatakan sebaliknya adalah salah. Operasi dermaga militer AS dilanjutkan sebentar pada hari Sabtu setelah hampir dua pekan offline tetapi telah dihentikan sejak hari Minggu karena cuaca buruk. Pada hari Sabtu, 492 metrik ton bantuan dikirimkan dari dermaga tersebut,” ungkap pernyataan Komando Pusat militer AS.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi untuk Setop Perang Israel di Gaza

Komando Pusat militer ASmenjelaskan, persepsi apa pun bahwa dermaga tersebut dapat digunakan Israel secara militer dapat melemahkan upaya AS meningkatkan aliran bantuan ke Palestina dan berpotensi meningkatkan ancaman terhadap pasukan AS.

Ryder mengakui adanya misinformasi dan disinformasi tentang apa yang dilakukan pasukan AS di Timur Tengah.

Namun dia menepis anggapan bahwa kesalahpahaman saat ini bahwa dermaga tersebut digunakan Israel meningkatkan ancaman terhadap pasukan AS, yang telah memasang pertahanan udara untuk melindungi mereka dari kemungkinan serangan roket.

“Tidak, menurut saya hal itu tidak menempatkan pasukan kita pada risiko yang lebih besar,” ujar dia, tanpa menjelaskan bagaimana dia sampai pada kesimpulan tersebut.

Perang Israel-Palestina kini telah memasuki bulan kesembilan, sejak pejuang pimpinan Hamas membunuh 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang lainnya dalam serangan di Israel selatan, menurut penghitungan Israel.

Serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 37.000 warga Palestina dan membuat sebagian besar wilayah kantong tersebut menjadi gurun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved