Giliran Prancis Siap Pasok Jet Tempur ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Jum'at, 07 Juni 2024 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Prancis memiliki sekitar 26 pesawat Mirage 2000-5 dan 65 pesawat Mirage 2000-D yang lebih tua yang masih aktif, menurut lembaga peringkat Flight International’s World Air Forces.
Tidak jelas apakah Macron bermaksud untuk menyisihkan salah satu armada tugas aktif Angkatan Udara Prancis, atau apakah jet yang tidak lagi bertugas akan ditugaskan kembali ke Kyiv.
Belgia, Denmark, Belanda, dan Norwegia semuanya telah berjanji untuk memasok pesawat tempur F-16 ke Ukraina, meskipun belum ada yang benar-benar dikirimkan.
Bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Belgia akan memasok 30 unit F-16 buatan tahun 1980-an, sehingga jumlah total yang dijanjikan menjadi 85 unit.
Pada awal perang Rusia-Ukraina, Macron memposisikan dirinya sebagai sosok yang berhati-hati, memperingatkan negara-negara anggota NATO lainnya bahwa mengirim senjata berat ke Kyiv bisa menjadi tindakan yang terlalu eskalasi.
Namun, dia kemudian muncul sebagai salah satu pemimpin NATO yang paling pro-intervensi, dan menyatakan pada awal tahun ini bahwa gagasan mengirim pasukan darat Barat untuk berperang melawan Rusia “tidak dapat dikesampingkan.”
Panglima Militer Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi mengatakan pekan lalu bahwa instruktur militer Prancis akan segera dikerahkan di Ukraina.
Tidak jelas apakah Macron bermaksud untuk menyisihkan salah satu armada tugas aktif Angkatan Udara Prancis, atau apakah jet yang tidak lagi bertugas akan ditugaskan kembali ke Kyiv.
Belgia, Denmark, Belanda, dan Norwegia semuanya telah berjanji untuk memasok pesawat tempur F-16 ke Ukraina, meskipun belum ada yang benar-benar dikirimkan.
Bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Belgia akan memasok 30 unit F-16 buatan tahun 1980-an, sehingga jumlah total yang dijanjikan menjadi 85 unit.
Pada awal perang Rusia-Ukraina, Macron memposisikan dirinya sebagai sosok yang berhati-hati, memperingatkan negara-negara anggota NATO lainnya bahwa mengirim senjata berat ke Kyiv bisa menjadi tindakan yang terlalu eskalasi.
Namun, dia kemudian muncul sebagai salah satu pemimpin NATO yang paling pro-intervensi, dan menyatakan pada awal tahun ini bahwa gagasan mengirim pasukan darat Barat untuk berperang melawan Rusia “tidak dapat dikesampingkan.”
Panglima Militer Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi mengatakan pekan lalu bahwa instruktur militer Prancis akan segera dikerahkan di Ukraina.
Lihat Juga :