Media AS: Negara-negara Asia Enggan Dukung Ukraina karena Skeptis pada Khotbah Barat
Selasa, 04 Juni 2024 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Namun, menurut laporan Washington Post, Kyiv gagal menimbulkan kegelisahan emosional dan eksistensial di Asia seperti yang terjadi di sebagian besar negara Barat.
"Salah satu alasannya mungkin karena negara-negara Asia telah lama bersikap skeptis terhadap khotbah Barat tentang tatanan internasional dan nilai-nilai universal,” tulis surat kabar Amerika tersebut.
Media tersebut mengutip Raja Mohan dari Institute of South Asian Studies di National University of Singapore yang menjelaskan: “Kaum realis di kanselir [di sebagian Asia] tidak pernah mempercayai retorika [Barat] karena mereka selalu tahu bahwa ada perbedaan antara apa yang dikatakan Barat dan apa yang dilakukannya.”
Presiden Timor Timur (Timor Leste), José Ramos-Horta, yang mendukung konferensi perdamaian, mengakui kurangnya solidaritas di antara negara Asia terkait konflik Ukraina.
“Di sebagian besar negara-negara Selatan, hal ini dipandang sebagai perang Eropa, Amerika, dan Rusia. Hal ini sebagian disebabkan oleh toleransi AS dan Eropa yang tidak dapat dipahami terhadap perang brutal Israel terhadap Palestina,” katanya kepada wartawan.
Pada konferensi di Singapura, Zelensky juga menyesalkan bahwa Ukraina tidak memiliki hubungan yang kuat dengan China. "Karena China tidak menginginkannya,” katanya, yang mengeklaim bahwa Beijing telah menjadi “instrumen” di tangan Moskow.
"Salah satu alasannya mungkin karena negara-negara Asia telah lama bersikap skeptis terhadap khotbah Barat tentang tatanan internasional dan nilai-nilai universal,” tulis surat kabar Amerika tersebut.
Media tersebut mengutip Raja Mohan dari Institute of South Asian Studies di National University of Singapore yang menjelaskan: “Kaum realis di kanselir [di sebagian Asia] tidak pernah mempercayai retorika [Barat] karena mereka selalu tahu bahwa ada perbedaan antara apa yang dikatakan Barat dan apa yang dilakukannya.”
Presiden Timor Timur (Timor Leste), José Ramos-Horta, yang mendukung konferensi perdamaian, mengakui kurangnya solidaritas di antara negara Asia terkait konflik Ukraina.
“Di sebagian besar negara-negara Selatan, hal ini dipandang sebagai perang Eropa, Amerika, dan Rusia. Hal ini sebagian disebabkan oleh toleransi AS dan Eropa yang tidak dapat dipahami terhadap perang brutal Israel terhadap Palestina,” katanya kepada wartawan.
Pada konferensi di Singapura, Zelensky juga menyesalkan bahwa Ukraina tidak memiliki hubungan yang kuat dengan China. "Karena China tidak menginginkannya,” katanya, yang mengeklaim bahwa Beijing telah menjadi “instrumen” di tangan Moskow.
Lihat Juga :