Siapa Alvin Bragg? Jaksa Penuntut yang Mendorong Vonis Penjara bagi Donald Trump

Senin, 03 Juni 2024 - 21:02 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Akankah Donald Trump Jadi Presiden AS yang Pertama Dipenjara? Jawabannya Sudah Bisa Ditebak

Berpengalaman dengan Kasus Hukum Trump

Pada akhir tahun 2022, ia memenangkan hukuman dari Trump Organization atas tuduhan mendalangi penipuan pajak selama 15 tahun, yang diajukan oleh pendahulunya, Cyrus Vance. Trump secara pribadi tidak didakwa dalam kasus ini.

Bragg juga mewarisi penyelidikan Vance mengenai apakah Trump telah salah mengartikan nilai properti real estatnya. Bragg menolak mengajukan tuntutan dalam kasus tersebut, namun mendapatkan dakwaan dalam kasus uang tutup mulut pada Maret 2023.

Tidak Ada Motif Politik

Kasus Bragg mendapat skeptisisme bahkan dari para kritikus Trump, yang berargumen bahwa kasus tersebut tampaknya bermotif politik dan tidak seserius tiga kasus kriminal lainnya yang dihadapi Trump yang berasal dari upayanya untuk membalikkan kekalahannya dalam pemilu tahun 2020 dan penanganannya terhadap dokumen rahasia setelah meninggalkan Gedung Putih. . Trump telah mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

“Dia membuat keputusan politik. Bragg mungkin telah memenangkan pertarungan, untuk saat ini, namun ia mungkin telah kalah dalam perang politik,” Mitt Romney, seorang Senator Partai Republik yang dua kali memilih untuk memakzulkan Trump, mengatakan kepada jurnalis The Atlantic, McKay Coppins setelah putusan tersebut.

Ketika ditanya pada hari Kamis tentang kritik yang diterima kasus tersebut, Bragg berkata, "Banyak suara di luar sana. Satu-satunya suara yang penting adalah suara juri, dan juri telah berbicara."

Kantor Bragg menolak berkomentar. Pengacara Trump tidak menanggapi permintaan komentar.

Sidang tersebut kemungkinan merupakan satu-satunya yang akan dihadapi Trump sebelum pemilu 5 November, di mana jajak pendapat menunjukkan dia bersaing ketat dengan Presiden petahana dari Partai Demokrat Joe Biden.

Membuat Teori Hukum Baru

Kasus ini menggunakan teori hukum baru. Jaksa mengatakan Trump memalsukan catatan bisnis untuk menyembunyikan konspirasi untuk meningkatkan pencalonannya sebagai presiden pada tahun 2016 dengan cara yang melanggar hukum, termasuk pembayaran USD130.000 kepada Daniels karena dia diam sebelum pemilu mengenai hubungan seksual yang dia katakan terjadi satu dekade sebelumnya – yang dibantah oleh Trump. .

Menurut sebuah buku yang ditulis oleh Mark Pomerantz, mantan jaksa penuntut di kantor tersebut, pendahulu Bragg, Vance, sebagian menolak untuk mengajukan tuntutan karena timbul keraguan apakah ada kejahatan negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
Beasiswa LPDP 2026:...
Beasiswa LPDP 2026: Cara Memilih Perguruan Tinggi di Luar Daftar Tujuan LPDP
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved