Profil Mahmoud Ahmadinejad, dari Putra Seorang Pandai Besi hingga Jadi Presiden Iran

Senin, 03 Juni 2024 - 19:09 WIB
loading...
Profil Mahmoud Ahmadinejad,...
Mahmoud
A A A
TEHERAN - Mendengar nama Mahmoud Ahmadinejad , sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi. Ia adalah presiden ke-6 Iran yang menjabat periode 2005-2013.

Baru-baru ini, Ahmadinejad menarik perhatian publik usai mendaftarkan diri sebagai kandidat calon presiden (capres) Iran. Ia berusaha untuk mendapatkan kembali posisi politik utama negara itu setelah Ebrahim Raisi meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter.

Pendaftaran Ahmadinejad menuai pro dan kontra. Di satu sisi, hal ini memberi tekanan pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, namun juga menjadi angin segar bagi pihak lain yang menjadi pendukungnya.

Sejak meninggalkan jabatannya, Ahmadinejad terus meningkatkan profilnya melalui media sosial. Tak jarang, ia juga mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang dirasa tidak sejalan.

Lebih jauh, siapa sebenarnya sosok Mahmoud Ahmadinejad ini? Berikut ulasan profilnya yang bisa disimak.

Profil Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad merupakan salah seorang tokoh nasional kenamaan di Iran. Sebagaimana diketahui, ia pernah menjadi Presiden Iran selama 8 tahun, tepatnya pada periode 2005 sampai 2013.

Ahmadinejad lahir di Garmsar, dekat Teheran pada 1956. Saat ini, usianya sudah menginjak angka ke-67 tahun.

Mengutip Reuters, Ahmadinejad memiliki ayah yang dulunya berprofesi sebagai pandai besi. Pada riwayat pendidikannya, ia pernah meraih gelar PhD dari Universitas Sains dan Teknologi Teheran.

Baca Juga: Kelompok Anti-Israel Dorong Ahmadinejad Kembali Pimpin Iran

Sempat menjadi dosen, namanya tidak cukup terkenal hingga diangkat menjadi wali kota Teheran pada 2003. Saat menjalankan tugasnya, Ahmadinejad mengurangi kebebasan sosial dan membatasi banyak reformasi yang sebelumnya diperkenalkan para pendahulunya.

Pada 2005, Ahmadinejad mengejutkan komunitas internasional ketika mendapat kemenangan telak dalam pemilihan presiden (Pilpres) Iran. Di luar dugaan, ia mampu mengalahkan petahana Ali Akbar Hashemi Rafsanjani.

Sebelum terpilih sebagai presiden, Ahmadinejad dilaporkan tidak mengeluarkan uang untuk kampanye. Sebagai gantinya, ia mendapat dukungan dari berbagai kelompok konservatif kuat karena gaya kampanye yang berfokus pada kemiskinan, keadilan sosial dan distribusi kekayaan di Iran.

Dikenal luas sebagai populis garis keras, Ahmadinejad sering memunculkan kontroversi sejak memimpin Iran.

Pada masa jabatan pertamanya, ia sudah membuat marah komunitas internasional dengan retorikanya yang keras terhadap Amerika Serikat dan Israel, pendiriannya tentang program nuklir Iran hingga menolak kejadian Holocaust.

Pada Oktober 2005, Ahmadinejad membuat pernyataan mengejutkan tentang gambaran penggantian Israel dengan negara Palestina. Mengutip perkataan Ayatollah Khomeini, kata-katanya diterjemahkan secara luas sebagai seruan agar Israel "dihapus dari peta".

Pernyataan tersebut dengan cepat ditafsirkan oleh kantor-kantor berita Barat sebagai ancaman tidak langsung terhadap Israel. Namun, Ahmadinejad sendiri menolak klaim tersebut dan menganggap pidatonya disalahartikan.

Terbaru, Ahmadinejad disebutkan telah mendaftarkan diri sebagai calon presiden (capres) Iran. Sekali lagi, ia ingin berkuasa setelah sebelumnya Teheran ditinggal Ebrahim Raisi yang wafat karena kecelakaan helikopter.

Demikian ulasan mengenai profil Mahmoud Ahmadinejad, sosok pembenci Israel yang kembali mencalonkan diri jadi Presiden Iran.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved